nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Targetkan Holding Migas Terbentuk Kuartal I-2018

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 19:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 04 320 1825042 menteri-rini-targetkan-holding-migas-terbentuk-kuartal-i-2018-019AJZZ2sV.jpg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Giri Hartomo/Okezone)

JAKARTA - Setelah menggabungkan perusahaan tambang, kini pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan kembali menggabungkan (holding) di bidang Minyak dan Gas (Migas). Dalam holding Migas nantinya akan diisi oleh PT Pertamina (Persero) sebagai Induknya dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai anggotanya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan holding migas BUMN bisa terbentuk paling lambat dalam waktu tiga bulan kedeoan atau pada kuartal I 2018. Saat ini pihaknya terus melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak agar holding migas bisa segera terbentuk.

 Baca juga: Holding BUMN Tambang Terbentuk, Ekuitas Inalum Langsung Bertambah Rp48 Triliun

Selain itu lanjut Rini, dirinya juga terus melakukan pantauan terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI kedalam modal saham Perusahaan Perseroan PT Pertamina. Pasalnya saat ini, RPP tentang penambahan penyertaan modal negara kedalam modal saham PT Pertamina sudah disampaikan ke Presiden RI Joko Widodo.

“Sekitar tiga bulan lagi sekarang sedang dibicarakan dan diproses. Nanti PGN masuk ke pertamina,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (4/12/2017).

 Baca juga: Gabungkan Perusahaan Tambang, Ini Rencana Jangka Pendek Holding BUMN

Sementara itu, di tempat berbeda Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan pihaknya mengaku akan terus mempercepat proses pembentukan holding migas ini. Bahkan menurutnya akan sangat bagus jika holding migas bisa

“Kita maunya cepet-cepet ,kalau bisa Desember ini harus selesai. Mudah-mudahan tahun ini bisa keluar,” jelasnya.

 Baca juga: Jadi Induk Holding Tambang, Kementerian BUMN: Inalum 100% Milik Negara

Menurut Fajar, dengan terbentuknya holding migas maka sesuai kesepakatan saham dari PGN akan dialihkan menuju induk usaha yaitu Pertamina.

Prosesnya seperti itu tapi ada kesepakatan dulu. Selesai kesepakatan nantinya saham tersebut akan masuk ke holding," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya beredar surat Menteri Rini Soemarno yang meminta kepada direksi PT PGN menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RPUSLB). RPUSLB sendiri dilakukan sehubungan dengan rencana pembentukan holding BUMN minyak dan gas (Migas) serta dengan mempertimbangkan telah disampaikannya kepada Presiden mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini