Image

Pertumbuhan Ekonomi RI Stagnan, Apa yang Salah dengan Kebijakan Pemerintah?

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 20 1826703 pertumbuhan-ekonomi-ri-stagnan-apa-yang-salah-dengan-kebijakan-pemerintah-xdccLP7uNm.jpg Foto: Lusia (Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini mengalamai stagnan atau sama dengan tahun lalu yakni di level 5,1%. Pasalnya, pemerintah masih belum mampu mendorong geliat pertumbuhan ekonomi.

Kecuali Brunei Darussalam yang memang masih di bawah Indonesia, tetapi Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam trennya naik dari triwulan I hingga III. Hanya Indonesia yang trennya mengalami stagnan.

"Titik krusialnya adalah apakah 5% dapat mencukupi kebutuhan masyarakat," ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Hartati dalam acara Pergerakan Kedaulatan, Kamis (7/12/2017)

 Baca Juga: Lebih Rendah dari Pemerintah, Pengusaha Taksir Pertumbuhan Ekonomi 2018 Cuma 5,2%

Dengan penduduk 260 juta dan rata-rata angkatan kerja baru 2 juta kalau ternyata pertumbuhan hanya senilai 5% dan elastisitas hanya mampu menampung 1%, kurang dari 1 juta yang mampu terserap pertumbuhan ekonomi.

Angka pengangguran berada pada 5%, tetapi tidak bisa menopang pertumbuhan masyarakat. Harus ada jaminan untuk pertumbuhan ekonomi. dengan adanya pertumbuhan populasi, tidak ada peningkatan kuantitas dan kualitas maka konsumsi masyarakat sudah bisa tumbuh 5%.

 Baca Juga: Presiden Jokowi: Perekonomian Indonesia Lebih Baik dari 3 Tahun Lalu

Menurut Enny, kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di 5%, maka ada masalah dari kebijakan pemerintah. “Bisa jadi ada masalah,” tukasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut kondisi Indonesia saat ini semakin dan lebih baik dibandingkan tiga tahun lalu ketika ia memulai pemerintahannya dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% setiap kuartal tahun ini.

"Dua bulan lalu menandai tepat tiga tahun pemerintahan saya dan atmosfer secara signifikan semakin membaik. Lebih baik ketika satu tahun pemerintahan saya yang pertama pada 2015," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembicara kunci Presiden Republik Indonesia pada "The Year Ahead Asia - Bloomberg" di Mega Kuningan.

Dia mengatakan, upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural untuk mendongkrak kinerja ekonomi mulai menampakkan hasil. Hal itu kata Presiden, sekaligus memungkinkan ruang fiskal untuk memulai dan merampungkan rencana proyek besar infrastruktur di berbagai penjuru Tanah Air. "Perkembangan-perkembangan positif ini berkat satu hal dan satu hal saja; reformasi," ucapnya.

Dia menggarisbawahi perekonomian Indonesia yang tumbuh lebih dari 5% setiap kuartal tahun ini dan diperkirakan oleh pemerintah akan meningkat 5,4% pada 2018. Angka itu diakuinya memang masih di bawah target sebesar 7% yang ditetapkan Jokowi ketika dia mulai berkuasa tiga tahun lalu.

Oleh karena itu, dia mengatakan, Pemerintahannya terus bekerja keras dalam hal reformasi, termasuk memangkas subsidi bahan bakar sehingga tercipta ruang fiskal yang lebih longgar untuk dialihkan membiayai pembangunan jalan, jalur kereta api, dan pelabuhan.

Jokowi menegaskan pemerintahannya telah berada pada jalur yang tepat untuk kemudian merampungkan sebagian besar proyek infrastruktur yang sedang dibangun selama periode lima tahun pemerintahan.


1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini