Image

Akuisisi Le Meridien Bali, Ristia Bintang Bakal Right Issue Rp300 Miliar

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 18:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 278 1826898 akuisisi-le-meridien-bali-ristia-bintang-bakal-right-issue-rp300-miliar-9U3F5LrSm3.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) berencana akan mengakuisisi Tiara Raya Bali Internasional sebagai pemilik Hotel Le Meridien Bali.

Direktur Utama Ristia Bintang Mahkotasejati Richard R Wiriahardja, mengatakan, saat ini perseroan memiliki 40% saham di PT Tiara Raya Bali Internasional. Dengan akuisisi, perseroan berencana meningkatkan penyertaan saham menjadi 99,1%.

Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham RBMS Turun 1,88% ke Rp314

“Jika kami menguasai 99,1%, maka pendapatan Le Meredien Bali akan terkonsolidasi dalam laporan keuangan kami,” kata Richard dalam Public Expose Insidentil di  Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dengan akuisisi, perusahaan dengan kode emiten RBMS itu, optimistis bakal meningkatkan pendapatan tahun mendatang. Sementara, hingga akhir 2017 pendapatan perseroan ditargetkan mencapai Rp70 miliar.

Baca Juga: Harga Naik Tak Wajar, Saham RBMS Dibekukan BEI

"Pendapatan Le Meridien Bali sekitar Rp50 miliar-Rp60 miliar per tahun. Kalau dikonsolidasikan menjadi Rp120 miliar," kata dia.

Sumber dana akuisisi tersebut, lanjutnya, akan diperoleh melalui  penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Selain itu, dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan perumahan berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Baca Juga: Harga Naik Tak Wajar, Saham Ristia Bintang Masuk Pengawasan BEI

“Kami akan melakukan rights issue dengan target penggalangan dana sebesar Rp300 miliar,”kata Richard. 

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memperoleh persetujuan right issue akan dilangsungkan pada 15 Januari 2018. Adapun PT Sinarmas Sekuritas akan bertindak sebagai pembeli siaga.

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham (suspensi) pada RBMS karena terjadi peningkatan harga yang signifikan pada saham RBMS di pasar sekunder dan pasar tunai.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini