Image

Pedesaan Bisa Jadi Motor Ekonomi RI, Ini Buktinya!

Anisa Anindita, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 13:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826653 pedesaan-bisa-jadi-motor-ekonomi-ri-ini-buktinya-kMGXXnqhlD.jpg Foto: Menteri Desa (Anisa Anindita Okezone)

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo meyakini Indonesia bisa masuk dalam 5 besar ekonomi dunia pada 2030. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan sebagian daerah saja.

Baca Juga: Tahun Politik, Menteri Bambang: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Berjalan Tanpa Gangguan

Eko menuturkan, Indonesia merupakan negara yang kaya. Di mana Indonesia memiliki 1.128 etnis,  746 bahasa yang beragam, dan 8 situs budaya warisan dunia. Hal ini juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang ekonomi Indonesia.

"Ada hal yang terlupakan yang baru di pemerintahan ekonomi di desa yaitu area luas dari perkotaan,  sekitar separuh penduduk Indonesia ada di pedesaan. Maka dari itu, kita berdayakan agar dapat menunjang ekonomi," ucap Eko dalam Seminar Nasional dengan tema "Kawasan Perdesaan dan Nilai Tambah Ekonomi" yang berlangsung di Grand Sahid Hotel Jaya, Kamis (7/12/2017).

Baca Juga: Tahun Politik, Pengusaha: Pembantu Presiden Jangan Berlomba Buat Regulasi Tak Berguna

Eko menuturkan, dalam mengembangkan ekonomi wilayah pedesaan tentu bukan tanpa hambatan. Salah satu masalahnya adalah tingkat pendidikan masyarakat pedesaan yang relatif rendah.

Dia merincikan, masyarakat desa sekitar 60% lulusan SMP,  dan lulusan SD sekitar 40%.  Selain itu,  hambatan yang harus dihadapi sekarang adalah  industri sudah bukan lagi dalam produk padat karya,  tetapi sudah menggunakan unsur teknologi.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 5,2%, Apindo: Akan Sulit Tercapai

Eko mencontohkan, di daerah Cepu terdapat pabrik, yang dibangun dengan tujuan agar dapat menaikkan tingkat ekonomi,  namun masyarakat yang bekerja dalam pabrik tersebut hanya di posisi satpam dan janitor.  Pekerja yang dominan di pabrik tersebut dari daerah lain,  jadi tidak bisa meningkatkan ekonomi wilayah tersebut.

"Sekarang membutuhkan 1 business model untuk meningkatkan ekonomi di desa.  Memang sulit,  karena infrastruktur tidak ada,  dan education juga tidak ada," lanjut Eko.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini