Image

Cara Presiden Jokowi Redam Banjir di Bandung Selatan

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 14:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826709 cara-presiden-jokowi-redam-banjir-di-bandung-selatan-7UpNShrHKi.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Kawasan Cekungan Bandung di Bandung Selatan seperti Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang setiap tahunnya mengalami banjir rutin hingga 10-15 kali setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan berada di dataran rendah, penyempitan alur sungai, dan terjadi peningkatan aliran air permukaan (run off) akibat konversi lahan yang pesat dalam 20 tahun terakhir di bagian hulu.

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung, Senin 4 Desember 2017 menyempatkan diri untuk meninjau pembangunan kolam retensi Cieunteung di Kecamatan Baleendah.

 Baca juga: Cuaca Ekstrem hingga Banjir Hancurkan 40 Ribu Ha Sawah Indonesia

"Salah satu solusinya dibuat kolam retensi. Kemudian nanti tahun depan, kontraknya sudah, dibuat terowongan air. Itu saya kira akan mengurangi banyak sekali banjir yang ada di Bandung ini," kata Presiden Jokowi mengutip laman tertulis, Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Dengan dibangunnya Kolam Retensi Cieunteung yang berfungsi untuk menampung debit banjir Sungai Citarum yang berada disebelahnya akan menurunkan tinggi genangan di daerah Dayeuhkolot dan Baleendah sekitar 1 meter dan mengurangi luas genangan dari semula 342 ha menjadi 41 ha. Luas kolam retensi 8,7 ha akan mampu menampung 220 ribu m3 dan dilengkapi 3 unit pompa pengendali banjir berkapasitas 3,5 m3/detik dan 1 unit pompa harian berkapasitas 1,5 m3/detik.

 Baca juga: Jadi Produsen Dunia, Kementan Alokasikan Rp200 Miliar untuk Bibit Rempah ke Petani

Kawasan kolam retensi juga akan ditata menjadi ruang terbuka hijau dengan adanya penataan rumput, pohon, tanaman hias, dan penerangan taman, dan fasilitas jogging track sehingga meningkatkan fungsi bantaran sungai yang memiliki fungsi sosial sebagai sarana untuk masyarakat saling berinteraksi.

Pembangunan kolam retensi Cieunteung merupakan paket pekerjaan tahun jamak APBN Tahun 2015-2018 di Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dengan anggaran Rp 202 miliar. Saat ini dalam tahap pelaksanaan galian kolam dan pembangunan rumah pompa. Konstruksi dilakukan oleh kontraktor PT. Nindya – Barata Joint Operation dimana progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 57,13% dan direncanakan akan selesai Desember 2018.

 Baca juga: Realisasi Fisik Cetak Sawah Naik 400%, Mentan: Kenaikan Tertinggi dalam Sejarah

Infrastruktur lainnya yang merupakan bagian dari rencana penanganan banjir di kawasan Bandung Selatan yang saat ini tengah dikerjakan adalah pembangunan kanal banjir Cisangkuy, normalisasi 4 anak Sungai Citarum yang mengalami sedimentasi akibat erosi di bagian hulu yakni Sungai Cikijing, Sungai Cikeruh, Sungai Cimande, dan Sungai Citarum Hulu. Pada tahun ini, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tanggul penghambat atau cek dam sebanyak 140 buah.

Di samping itu Kementerian PUPR tengah melakukan proses lelang pembangunan terowongan air (tunnel) Nanjung di Kecamatan Margaasih yang akan mengurangi lama dan tinggi genangan banjir. Terowongan dibangun sepanjang 2 x 230 meter dengan diameter 2 x 8 meter yang mampu mengalirkan debit maksimum 469 m3/detik. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 360 miliar dengan masa konstruksi 2017-2019.

Penanganan banjir di Cekungan Bandung merupakan bagian dari upaya bersama antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten untuk memperbaiki Daerah Aliran Sungai Citarum dari hulu hingga hilir.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini