Image

Elpiji 3 Kg Langka di Bogor, Warga Sebut Pangkalan Prioritaskan Bandar

ant, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 16:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 320 1826804 elpiji-3-kg-langka-di-bogor-warga-sebut-pangkalan-prioritaskan-bandar-EpV9QAF5YG.jpg Elpiji 3 Kg. (Foto: ANT)

BOGOR - Sekira 50 warga terlihat antre di satu-satunya pangkalan yang ada di Jalan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Di antara puluhan warga, juga terdapat sejumlah pengecer gas elpiji bersubsidi bersiap menunggu giliran untuk mendapatkan pasokan gas 3 kg dari pangkalan milik PT Transmita Bogor Utama Jaya.

Warga yang antre tidak hanya tinggal di Jalan Menteng, ada juga yang datang dari Taman Topi, bahkan Cilendek, dan Bubulak. Mereka merasa beruntung ada pangkalan yang mau memprioritaskan warga terlebih dulu untuk mendapatkan elpiji bersubsidi seharga Rp16 ribu.

"Di daerah saya ada pangkalan yang setiap kali warga beli ngakunya habis. Tapi kalau yang datang bermobil dilayani," kata Taufik warga Gang Masjid, Cilendek.

Menurut Taufik, tidak banyak pangkalan yang mau menerapkan aturan melayani warga terlebih dahulu baru para pengecer. Hanya pangkalan di Jl Menteng yang tetap mentaati aturan hingga warga dari daerah di laur menteng datang untuk membeli setiap kali pasokan masuk.

Baca Juga: Elpiji 3 Kg Barang Subsidi, Pertamina Ingin Warga Mampu Beralih ke Non-Subsidi

Agus yang tinggal di Taman Topi, mengaku sudah dua hari kesulitan mendapatkan gas elpiji 3kg. Dia sudah berkeliling wilayah Bogor Barat untuk mendapatkan tabung gas. Beruntung dari informasi warga ada pangkalan yang sedang melayani warga di Jl Menteng.

Dengan menggunakan sepeda motor, Agus mendatangi lokasi. Kebetulan masih ada jatah untuk warga luar domisili, asal sabar mengantre. "Tadi diinfokan sama pangkalan yang ada dekat Pasar Anyar di Meteng ada pangkalan juga, saya coba ke sini, untungnya dapat," kata Agus.

Kesulitan mendapatkan gas elpiji bersubsidi, dirasakan Tuti yang sehari-hari berjualan warung nasi di Gang Menteng. Menurutnya sudah dua pekan ini, gas sulit didapat. "Saya sampai nyari-nyari ke Bubulak, kalaupun ada yang jual harganya Rp23 sampai Rp25 ribu," katanya.

Baca Juga: Gas Elpiji 3 Kg 'Menghilang', Hiswana Migas: Gara-Gara Musim Hujan

Tuti beruntung pangkalan milik Tri Guzaini di Gang Menteng selalu memprioritaskan warga untuk mendapatkan gas elpiji sebelum dia menjualnya ke pengecer. Sehingga ia selalu mendapatkan gas walau terbatas.

Karena kesulitas mendapatkan gas, Tuti mengaku berdampak pada usaha warung nasi miliknya. Agar warung tetap berjualan, iapun rela mendapatkan gas dengan harga mahal ketika pasokan di pangkalan Gang Menteng habis. "Coba pemerintah turun ke bawah, liat warga sekarang susah dapatkan gas. Mbok ya dibantu gitu," kata wanita Jawa asal Lampung ini.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini