Image

LINK Anggarkan Rp1,3 Triliun untuk Buyback Saham

Agregasi Jum'at 08 Desember 2017, 13:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 278 1827286 link-anggarkan-rp1-3-triliun-untuk-buyback-saham-QmSoUkpAil.jpg

JAKARTA - Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Link Net Tbk (LINK) berencana membeli kembali alias buyback saham yang dikeluarkan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, perseroan berencana rencana membeli sebanyak-banyaknya 7,1% dari modal ditempatkan dan disetor. Angka ini setara dengan 216,03 juta saham.

Disebutkan, biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah sekitar Rp 1,3 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham. Per akhir September, LINK memiliki kas dan setara kas Rp 665,17 miliar. Sedangkan saldo laba LINK pada akhir periode yang sama adalah Rp 3,07 triliun. LINK menyimpan sebanyak 84,78 juta saham tresuri di akhir September.

Link Net akan meminta persetujuan aksi korporasi ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Januari 2018. Sedangkan periode pelaksanaan pembelian kembali akan berlangsung sejak persetujuan RUPSLB hingga 14 Juli 2019. Saham publik LINK dengan kepemiikan di bawah 5% per Oktober 2017 mencapai 995,80 juta saham. Jumlah ini setara dengan 32,73% modal disetor LINK.

LINK berencana menyimpan saham pembelian kembali sebagai treasury stock. Setelah aksi ini, maka laba bersih per saham LINK akan terdongkrak. Direksi LINK menyatakan, laba bersih per saham LINK berada di Rp 250 per saham. Sedangkan proforma laba bersih per saham setelah pembelian kembali dengan asumsi jumlah saham maksimum adalah Rp 270 per saham. Perseroan akan membatasi harga pembelian kembali saham maksimal sebesar Rp 6.000 per saham dan pada perdagangan, Kamis (7/12) saham LINK berada di level Rp 4.990 per saham.

Di sembilan bulan pertama tahun ini, perseroan meraup untung Rp 740 miliar atau meningkat 22,4 % dari periode yang sama tahun lalu Rp605 miliar. Hal itu merupakan buah manis dari tumbuhnya pendapatan perusahaan sebesar 16,8% menjadi Rp2,5 triliun. Bandingkan dengan posisi pendapatan pada periode yang sama tahun lalu Rp2,14 triliun.

Direktur Utama dan CEO Link Net, Irwan Djaja pernah bilang, rata-rata pendapatan per pelanggan atau average revenue per user (ARPU) juga meningkat menjadi Rp420 ribu. Jumlah unit pelanggan (RGU/Revenue Generating Units) ikut meningkat menjadi 26.995 pelanggan yang terbagi atas 13.639 pelanggan broadband dan 13.356 pelanggan TV berbayar.”Pencapaian kinerja Perseroan ini adalah bukti atas meningkatnya permintaan layanan internet kecepatan tinggi dan TV berbayar dengan kualitas terbaik di Indonesia dan kemampuan dalam mengeksekusi dengan baik dari seluruh tim,"ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan perseroan terus memperluas cakupan jaringannya dan berhasil menambah 118 ribu rumah terkoneksi baru sampai dengan akhir September 2017. Penetrasi jumlah pelanggan terhadap cakupan jaringan juga meningkat menjadi 28,8%. Pada periode ini pula, margin laba usaha Perseroan meningkat menjadi 40,1% dari 38,2% pada periode yang sama tahun lalu. Margin laba bersih juga turut meningkat dari 28,2% menjadi 29,5%.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini