Image

China Masih Jadi Pasar Ekspor Alumina Made in Indonesia

ant, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 08:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827135 china-masih-jadi-pasar-ekspor-alumina-made-in-indonesia-drTOwBJLJ9.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

KETAPANG - PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW AR) melakukan ekspor alumina menembus angka 1,1 juta ton ke sejumlah negara. Capaian ini melebihi target pada tahun 2017 sebesar 1 juta ton.

PT Well Harvest Winning Alumina Refinery adalah perusahaan joint venture antara China Hongqiao Group Limited (Perusahaan produsen alumina dan aluminium terbesar ke 6 dunia) , PT. Cita Mineral Investindo, tbk (Harita Group), dan Winning Investment (HK) Company Limited.

"Ekspor alumina milik WHW AR masih ke negara China, dan berharap dapat tersebar hingga ke seluruh dunia," kata Direktur WHW AR, Stevi Thomas dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

 Baca Juga: 2025, Inalum Tak Lagi Impor Alumina

Sementara itu, bagi sebuah perusahaan, masalah lingkungan hidup menjadi hal utama sebagai syarat untuk mengekspor barang produksinya. Logikanya, jika kegiatan lingkungan hidupnya tidak bermasalah maka perusahaan bisa melakukan ekspor.

"Kalau dia (WHW AR) bisa melakukan ekspor artinya urusan lingkungannya tidak Ada masalah. Karena ada indikatornya yang apabila tidak terpenuhi bisa membuat ekspornya di stop," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang Sukirno.

Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis mengatakan, sampai saat ini, nilai investasi asing dari China yang masuk ke provinsi itu sudah mencapai lebih dari USD100 juta.

"Dari nilai investasi China yang masuk ke Kalbar saat ini sudah mencapai USD100 juta lebih," kata Cornelis.

 Baca Juga: Perluas Pelabuhan Kuala Tanjung, Inalum Bakal Gelontorkan Rp811 Miliar

Dia menjelaskan, investasi di Kalimantan Barat sepertinya masih menjadi daya tarik investor luar negeri, karenanya salah satu negara maju di Asia, yakni China, yang memang sudah sejak lama berinvestasi di Kalbar.

"Untuk itu, kita kembali membuka peluang, sehingga Atase Perdagangan Tiongkok Mr Wang Liping, sengaja berkunjung ke Kalbar untuk melihat secara nyata bagaimana peluang investasi di Provinsi paling Barat Pulau Kalimantan ini," katanya.

Sementara itu, Wang Liping mengaku sudah beberapa kali datang ke Kalbar. Misalnya pada peresmian Jembatan Pak Kasih Tayan, bahkan pria yang tidak bisa berbahasa Indonesia itu melalui penterjemahnya mengaku kagum dengan pidato yang hebat dari Gubernur Kalbar Cornelis ketika peresmian jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan.

"Ke depan investasi Tiongkok di Kalbar akan lebih tinggi. Kalbar kaya sumber daya alam, perikanan, pertambangan yang masih bisa," tuturnya.

Menurutnya, Pemprov Kalbar membuka peluang investasi bagi investor misalnya PT WHW AR di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, di bidang tambang bauksit dan pengolahannya.

"Modalnya dari Tiongkok, akan menyusul lagi investor dari perusahaan Jing Jiang dari Shanghai. Ini sedang dipersiapkan, " kata Cornelis.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini