JAKARTA - Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), General Electric, mengumumkan bahwa mereka akan memangkas 12.000 pekerja pada bisnis power secara global. Perusahaan mengatakan, sedang berjuang merespons permintaan bahan bakar fosil yang terus berkurang.
Perusahaan tersebut akan melakukan PHK guna menghemat USD1 miliar pada 2018. Mereka memperkirakan, kesulitan saat di sektor ini akan terus berlanjut selama beberapa tahun ke depan.
"Pasar tenaga tradisional, termasuk gas dan batu bara, telah melambat," kata GE seperti dilansir dari Reuters, Jumat (8/12/2017).
Desas-desus tentang pemangkasan tenaga kerja ini pun telah dikonfirmasi oleh sumber serikat pekerja GE. Diperkirakan, staf di Swiss dan Jerman akan menjadi daerah dengan PHK terbesar.
"Keputusan ini sangat menyakitkan, namun perlu bagi GE Power untuk menanggapi gangguan di pasar tenaga, yang mendorong volume produk dan layanan lebih rendah secara signifikan," kata kepala GE Power Russell Stokes.
"Power akan tetap melakukan PHK hingga 2018. Kami melihat tantangan pasar berlanjut, namun rencana ini akan menyehatkan kita di 2019 dan seterusnya," tutur dia.
Sepertiga pekerja GE di Swiss terancam menghadapi PHK, sementara 16% stafnya di Jerman juga cenderung terkena goncangan. GE mengatakan telah memulai pembicaraan dengan para pemimpin buruh mengenai langkah-langkah tersebut.