Image

Naik Rp13,4 Triliun, Target Penyaluran KUR Rp120 Triliun di 2018

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 15:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827340 naik-rp13-4-triliun-target-penyaluran-kur-rp120-triliun-di-2018-gIJFxc1JU6.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah menaikkan total target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2018 menjadi Rp120 triliun. Angka ini naik sebesar Rp13,4 triliun dari 2017 yang sebesar Rp106,6 triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan dari total target di 2018 ini bisa tercapai sekitar 97%. Karena Pemerintah juga menaikkan penyaluran yang dilakukan oleh Perbankan.

"Ya sekitar itu (97%) atau Rp116 triliun dari Rp120 triliun. Kita minta Bank dari Rp120 triliun itu minimal bisa dapat Rp116 triliun," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

 Baca Juga: Selama 11 Bulan, BRI Salurkan KUR Rp68,2 Triliun

Selain itu, besaran subsidi bunga KUR juga dinaikkan juga dinaikkan Pemerintah hingga 1% hingga 2% di 2018, yakni KUR Mikro naik 1% dari 9,5% menjadi 10,5%, KUR Ritel naik 1% dari 4,5% menjadi 5,5% dan KUR Penempatan TKI naik 2% dari 12% menjadi 14%.

Sementara itu, besaran suku bunga KUR tahun 2018 juga diturunkan menjadi 7% efektif dari 9% di tahun ini. Sedangkan dari target penyaluran KUR di 2018, sebesar 50% akan disalurkan untuk sektor produksi. Angka tersebut naik 10% dari tahun ini yang sebesar 40%.

 Baca Juga: Total Penyaluran KUR Rp91,3 Triliun hingga November 2017, Capai 85% dari Target

Menurutnya, untuk sektor produksi naik dikarenakan di tahun ini saja penyaluran lebih dari target menjadi 44% dari total realisasi KUR sebesar Rp91,3 triliun hingga November 2017.

"Kan diwajibkan setiap Bank menyalurkan KUR untuk sektor produksi berarti sektor yang di luar perdagangan yang masuk adalah pertanian, perdagangan, industri konstruksi dan jasa-jasa nya kita tetapkan penyediaan akomodasi, penyediaan air minum, transportasi, real estate, pendidikan, kesehatan, jasa kemasyarakatan, TKI itu masuk jasa produksi," tukasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini