Image

Akhir Tahun, BI Prediksi Inflasi Minggu Pertama Desember 0,41%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 08 320 1827419 akhir-tahun-bi-prediksi-inflasi-minggu-pertama-desember-0-41-90N87OQHYy.jpg Gubernur BI Agus Martowardjojo. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi laju inflasi pada pekan pertama Desember 2017 masih terkendali. Adapun target inflasi yang dicanangkan oleh pemerintah pada akhir tahun ini adalah 3,5% plus minus 1%.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan bank sentral di minggu pertama bulan ini, inflasi Desember 2017 diprediksi sebesar 0,41% secara month to month (mtm). Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 3,29%

"Kami di BI melihat inflasi di minggu pertama Desember, itu diperkiraan di kisaran 0,41%. Tetapi kalau kami lihat yoy di kisaran 3,29%," ujar di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Agus Marto menjelaskan, tingkat inflasi pada bulan November sebesar 0,2% (mtm) dan 3,2% (yoy) memberikan kepercayaan pada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global.

Baca juga: Inflasi hingga November Terkendali, BI Jaga-Jaga di Desember

Menurutnya, sentimen yang cukup menggoyahkan kondisi global terutama datang dari Amerika Serikat, yaitu soal kemungkinan penutupan pemerintah atau shutdown yang diungkit oleh Presiden Donald Trump.

Oleh karena itu, Bank sentral akan terus mengawal perkembangan dari kondisi global tersebut. Baik sentimen yang datang dari Amerika Serikat terkait kebijakan Donald Trump maupun negara negara berpengaruh lainnya.

"Eropa kita juga lihat perkembangan kemarin adalah mengarah kepada bagaimana negosiasi Brexit karena kita tahu di Brexit itu ada isu tentang perbatasan Irlandia dan Irlandia utara," kata Agus.

Baca juga: Inflasi November 0,20%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir

Dalam kondisi global yang cenderung tidak pasti, Agus mengatakan bahwa fundamental perekonomian Indonesia masih stabil. "Hal - hal seperti ini tetap terjadi. Tapi secara umum dampaknya kepada Indonesia, Indonesia tetap terjaga. Indikator indikator menunjakan pemulihan," imbuh dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini