nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apple Gelontorkan Rp5,4 Triliun untuk Akuisisi Shazam

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 10:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 11 278 1828367 apple-gelontorkan-rp5-4-triliun-untuk-akuisisi-shazam-OZAZDLKzLp.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

LONDON –Apple segera mengakuisisi aplikasi pengenalan musik Shazam senilai USD400 juta atau Rp5,4 triliun. Kesepakatan itu akan memungkinkan Apple mengintegrasikan fitur konsumen populer secara langsung ke iPhone.

Aplikasi Shazam membuat penggunanya dapat mengidentifikasi musik yang dimainkan di dekatnya seperti lagu di restoran atau kafe. Aplikasi itu dengan cepat menjadi satu di antara aplikasi smartphone paling populer saat diluncurkan pada 2009 dan diunduh lebih dari 1 miliar kali oleh konsumen. Google baru-baru ini memasang teknologi serupa pada smart phone Pixel 2. Versi teknologi Google secara konstan memonitor musik di dekatnya, menampilkan judul lagu di layar smart phone.

 Baca juga: Sengketa Hak Paten, Apple Didenda Rp5,9 Triliun

Fitur inilah yang mungkin membuat Apple menyimpulkan harus menawarkan fungsi serupa di iPhone agar ti dak terlihat tertinggal oleh pesaingnya. Chief Executive Officer (CEO) Shazam Rich Riley sebelumnya menjelaskan pada Business Insider bahwa perusahaan lebih besar yang ingin memperkuat basis di musik atau iklan tertarik pada aplikasi itu. Perwakilan dari Apple dan Shazam belum memberikan respons untuk berkomentar tentang rencana akuisisi tersebut. Kabar tentang akuisisi itu pertama kali muncul dari laporan TechCrunch pada Jumat (8/12) yang menjelaskan, kesepakatan itu diperkirakan ditandatangani pekan ini.

Laporan tentang minat Apple mengakuisisi Shazam itu muncul pada hari yang sama saat Applemengumumkanek se kutif Jony Ive akan mengelola ma na - jemen tim desain per usahaan. “Nilai sebesar USD400 juta yang ditawarkan Apple pada Shazam itu lebih rendah dari perkiraan nilai terbaru USD1,02 miliar,” pa par laporan Pitchbook, dikutip Business Insider. Shazam yang didirikan pada 1999 itu menghasilkan pendapatan USD50 juta pada tahun lalu, menurut sumber yang mengetahui perusahaan tersebut. Perusahaan yang berbasis di London itu telah menciptakan basis data lebih dari 11 juta “sidik jari akustik” yang digunakan un tuk mengidentifikasi berba gai lagu. Yang terbaru, Shazam mengembangkan teknologi augmented reality (AR) yang memungkinkan pengguna mengarah kan smartphone ke label khu sus untuk melihat informasi tambahan.

 Baca juga: Langsung Rontok! Produk iPhone Baru Tak Mampu Selamatkan Saham Apple

Bermitra dengan pembuat gin, Bombay Saphire, mereka membuat botol menampilkan berbagai perubahan saat konsumen mengarahkan smartphone ke botol tersebut. Saham Apple tidak berubah setelah beberapa jam perdagangan pada Jumat (8/12). Aplikasi Shazam tak hanya mampumengidentifikasimu sik. Aplikasi itu juga dapat mengidentifikasi film, iklan, dan ta - yangantelevisiberdasar kantam - pil an singkat atau suara singkat yang dideteksi aplikasi tersebut. Software itu dapat digunakan untuk Windows, macOS, dan smartphone. Perusahaan de ngan nama lengkap Shazam Entertainment Limited itu didirikan oleh Chris Barton, Philip Inghelbrecht, Avery Wang, dan Dhiraj Mukherjee.

Pada Desember 2013, menu rut CEO Rich Riley, Shazam menjadi satu di antara sepuluh aplikasi paling populer di dunia. Pada Agustus 2014, Shazam me miliki lebih dari 100 juta peng guna aktif per bulan dan digunakan pada lebih 500 juta perangkat mobile. Pada Oktober 2014, Shazam mengumumkan teknologi mereka telah digunakan untuk meng identifikasi 15 miliar lagu. Pada Oktober 2016, Shazam mengumumkan aplikasinya telah diunduh lebih dari 1 miliar kali dan para pengguna telah memanfaatkan lebih dari 30 miliar Shazam sejak peluncur annya. Shazam menggunakan mikrofon di smartphone atau komputer untuk mengumpulkan sampel suara yang dimainkan.

 Baca juga: Ditjen Pajak: Ingat! Beli iPhone X Rp15 Juta Masukkan ke SPT Tahunan

Aplikasi itu menciptakan sidik jari akustik berdasarkan sampel itu dan membandingkannya de ngan pusat data untuk pencocokan. Jika ditemukan kecocokan, Shazam akan mengirim informasi seperti penyanyi, judul lagu, dan album pada peng gu na. Beberapa penerapan Sha zam menggabungkan link terkait layanan seperti iTunes, Spotify, YouTube, atau Groove Music.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini