nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank BJB Bidik Pertumbuhan Kredit 12%

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Desember 2017 11:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 11 278 1828391 bank-bjb-bidik-pertumbuhan-kredit-12-EDAJxaB7Di.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MANGGARAI BARAT – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) optimistis pertumbuhan kredit perseroan bisa mencapai 12% pada tahun depan. Hal tersebut sejalan dengan prospek perekonomian nasional yang mulai menunjukkan pemulihan di tengah kondisi global yang belum menentu.

”Kami tetap optimistis terhadap pertumbuhan dan kinerja perbankan, khususnya Bank BJB di tengah kondisi pemulihan perekonomian global,” kata Senior Vice President Corporate Secretary Bank BJB Hakim Putratama dalam media gathering Bank BJB di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dia mengungkapkan, optimisme Bank BJB tersebut juga tercermin terhadap pandang an Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyatakan angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,4% dan cukup realistis dicapai pada tahun depan.

Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memandang positif pertum buh an ekonomi Indonesia. Perekonomian Indonesia pun berada dalam tren pemulihan ditandai dengan semakin tingginya pertumbuhan ekonomi yang dicapai dari 5,1% pada 2017 menuju level 5,3% pada tahun depan. Seperti diketahui, pemerintah telah menyusun asumsi makro ekonomi 2018. Per tumbuhan ekonomi diyakini bisa berada pada level 5,4% atau naik sekitar 0,2% diban ding kan dengan proyeksi per tumbuhan tahun ini di level 5,2%.

Asumsi inflasi pun di patok pada level 3,5% plus mi nus 1% serta nilai tukar rupiah Rp13.500 per dolar Amerika Serikat. Konsumsi rumah tangga dan investasi swasta diharapkan bisa menjadi kontributor utama pertumbuhan utama, selain juga dari pertumbuhan ekspor yang akan berdampak positif pada penguatan nilai tukar. Karena tahun depan konsumsi rumah tangga dipre diksi naik menjadi 5,1% dan investasi swasta naik 6%. Meski tahun ini pertumbuhan kredit berada di bawah 10%, tapi proyeksi pertumbuhan lebih moderat terjadi pada 2018 sehingga diharap kan berada di rentang 10-12%.

Konsolidasi antara perbankan dan dunia usaha tidak akan seketat tahun ini karena itu permintaan kredit juga meningkat. Sementara itu, menurut Hakim, peningkatan permintaan kredit tersebut juga sejalan dengan rencana penu run an suku bunga yang sudah dilakukan Bank Indonesia (BI) tahun ini yang dampaknya baru akan dirasakan masya ra kat dan dunia usaha mulai akhir tahun 2017. Dalam mendorong kinerja keuangan perseroan, Bank BJB telah menyiapkan sejum lah strategi. Pertama, menjaga pertumbuhan CASA dan transaksional bankin untuk mempertahankan likuiditas yang sustainable.

Kedua, meningkatkan penyaluran kredit yang berkualitas serta menekan tingkat rasio kredit ber masalah (NPL). ”Kemudian mendorong peningkatan fee based. Penguatan permodalan bank dan memperkuat sinergi bidang penunjang dengan kebutuhan bisnis untuk memperluas ekspansi,” ucapnya. Adapun target keuangan Bank BJB pada 2018, yaitu pertumbuhan aset sebesar 8% dengan market share 1,53%. Lalu dana pihak ketiga (DPK) dipatok tumbuh sebesar 11,82% dengan market share 1,55%. Sedangkan kredit diharapkan tumbuh 12% dengan market share 1,59%.

Di sisi lain, Bank BJB juga akan berinovasi dari sisi pro duk perbankan dan melaku kan berbagai kerja sama di antaranya adalah Produk Si Muda, Kustodian Reksadana, Channeling, kerja sama pemasaran produk bancassurance dengan perusahaan asuransi, dan pengembangan aplikasi penyaluran dana BOS Non-Tunai SiBOS. Kemudian kerja sama dengan Mass Express sebagai Remittance Agent menggunakan BJB Quickcash web portal dan kerja sama dengan Mobile Remittance System Provider, baik dalam ataupun luar negeri. Lalu, kerja sama dengan BCA, bekerja sama dengan Remittance Agent, BJB Mobile Remittance, hingga kerja sama dengan Bank Al-Rajhi.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bima Yudhistira menambahkan, potensi pertum buhan kredit pada tahun 2018 akan mem baik seiring meningkatnya harga minyak dunia dan batu bara. Dalam enam bulan ke depan, wilayah Jawa Barat, Sumatera, dan Kalimantan, akan merasakan dampaknya. ”Program pemerintah keluarga harapan, bansos digenjot, dana desa digenjot, akan terangkat di 2018, dampaknya kredit ke BPD termasuk Bank BJB akan naik,” kata dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini