Share

Kemendag: Produk China Dominasi Barang Tidak Memenuhi Ketentuan Impor

Trio Hamdani, Okezone · Senin 11 Desember 2017 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 11 320 1828614 kemendag-produk-china-dominasi-barang-tidak-memenuhi-ketentuan-impor-qsqZVFpqe9.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa barang tidak sesuai ketentuan hasil impor yang beredar di Indonesia mayoritas berasal dari China.

Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) Kemendag sendiri telah melakukan pengawasan terhadap 582 produk. Dari situ ditemukan 171 produk tidak sesuai ketentuan. Dari 171 produk, 47 produk melanggar ketentuan SNI, 66 melanggar ketentuan label dalam Bahasa Indonesia dan 58 melanggar ketentuan manual dan kartu garansi.

Baca Juga : Kemendag Temukan 171 Produk Tak Sesuai Ketentuan

Meski tidak diungkapkan secara terperinci, Direktur Jenderal PTKN Kemendag Syahrul Mamma mengatakan kalau barang yang tidak memenuhi ketentuan berasal dari impor. Impor terbesar berasal dari Negeri Tirai Bambu alias China.

"Komposisi yang melakukan pelanggaran dari dalam negeri dan luar negeri. Dari impor banyak. Lebih banyak dari impor, mayoritas buatan China," katanya pada Media Briefing Hasil Pengawasan Barang Beredar 2017 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Adapun, proses pengawasan yang dilakukan oleh Kemendag menggunakan metode sampling. Barang-barang yang diawasi diambil langsung dari pelaku usaha yang menjual produk ke masyarakat, baik di pasar modern ataupun tradisional.

Baca Juga: Saingi Airbus, China-Rusia Bangun Pesawat Jarak Jauh

"Di pasar, toko modern, kita sampel. Kita melakukan pengawasan, di samping informasi-informasi yang didapat," sebutnya.

Pengawasan terhadap produk tidak sesuai ketentuan dilakukan paling tidak setahun sekali. Perlakuan terhadap barang-barang impor sama halnya dengan produk buatan dalam negeri. "Dalam 1 tahun kita awasi, setiap tahun kita lakukan pengawasan. Untuk barang impor, kita tarik barangnya dari pasar bila tidak SNI," sambungnya.

Baca Juga: Tantang Boeing dan Airbus, Jet Buatan China Miliki 2 Kelemahan

"Kita perintahkan pelaku usahanya untuk menarik barangnya dari yang beredar. Importir dengan pedagang kita periksa. Kita cari mau penyebabnya di mana. Untuk pedagang sanksinya, kita berikan bila ada unsur kesengajaan dari Undang-Undang Perlindungan Konsumen tadi. Cabut usaha, Nomor Register Produk (NRP), Nomor Pendaftaran Barang (NPB), itu yang dicabut nanti," jelasnya.

Kemendag juga menyarankan kepada para pelaku usaha untuk menarik barang-barangnya dari pasaran jika ternyata barang yang dijualnya tidak sesuai ketentuan serta mengikuti proses secara hukum sebagaimana tertera pada UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumsen.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini