nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TREN BISNIS: Peringatan Hari Anti Korupsi hingga Tindak Lanjuti Investasi Qatar di Indonesia

Anisa Anindita, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 06:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 11 320 1828684 tren-bisnis-peringatan-hari-anti-korupsi-hingga-tindak-lanjuti-investasi-qatar-di-indonesia-o9Ge0MWa7l.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada 9 Desember. Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional ini telah dilakukan oleh Ditjen Pajak sejak 2011.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Minggu (10/12/2017) memperingatkan bahwa ancaman proteksionisme tetap ada dan menegaskan bahwa perdagangan dan teknologi adalah solusi bagi pembangunan dunia.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin delegasi Indonesia dalam menindaklanjuti rencana investasi Qatar di Indonesia dalam pertemuan di Doha, Qatar, Minggu.

Ketiga berita tersebut menjadi berita yang banyak menarik minat para pembaca di kanal bisnis Okezone. Untuk itu, berita-berita tersebut kembali disajikan secara lengkap:

Peringati Hari Anti Korupsi, Dirjen Pajak: DJP Institusi Paling Rawan

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menggelar peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) yang jatuh pada 9 Desember. Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional ini telah dilakukan oleh Ditjen Pajak sejak 2011.

Direktur Jenderal (Dirjen Pajak) Robert Pakpahan dalam sambutannya mengatakan, DJP yang diberikan mandat untuk mengumpulkan pajak dari rakyat sangat tepat memperingati HAKI. Pasalnya, DJP menjadi institusi yang paling sensitif terhadap praktik korupsi.

"DJP adalah institusi yang paling sensitif, tinggi godaaan terhadap korupsi apabila sistem yang ada belum cukup andal mendeteksi korupsi yang dilakukan oleh pegawai," ujarnya di Kantor Pusat DJP, Rabu (6/12/2017).

Oleh karena itu, lanjut Robert, DJP akan membangun sistem yang handal untuk mencegah praktek korupsi yang dilakukan oleh pegawainya. Dengan demikian, akan meningkatkan kinerja DJP dalam menjalankan tugasnya untuk mengumpulkan pajak dari wajib pajak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

"Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional ini mengambil tema Cegah Korupsi Mulai dari Diri Sendiri mulai dari DJP. Kami akan membuat sistem lebih handal lagi untuk mencegah korupsi. kami yakin mayoritas insan DJP sangat mendukung anti korupsi bekerja apa adanya, bekerja tanpa melakukan korupsi," kata Robert.

Peringatan HAKI ini disemarakkan dengan talkshow yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang.

Dirjen WTO Ingatkan Bahaya Proteksionisme Berlebih

Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada Minggu (10/12) memperingatkan bahwa "ancaman proteksionisme tetap ada" dan menegaskan bahwa "perdagangan dan teknologi adalah solusi" bagi pembangunan dunia.

Roberto Azevedo membuat pernyataan di Buenos Aires dalam sebuah konferensi pers tentang Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-11 bersama Menteri Luar Negeri Argentina Susana Malcorra.

Azevedo mengungkapkan bahwa perdebatan selama konferensi akan berkisar seputar pertanian, jasa-jasa, dan subsidi perikanan. Dia memperingatkan, ancaman proteksionisme tetap ada, mengatakan dalam pandangan beberapa orang, perdagangan diperlakukan sebagai faktor yang mengganggu pasar tenaga kerja, dan teknologi dipandang sebagai penyebab utama gangguan ini.

"Tapi kita tidak bisa berpaling dari teknologi atau perdagangan, karena ini adalah solusi dan bukan masalah," tegasnya.

Berbicara tentang pertemuan yang akan dia hadiri dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, yang telah mengkritik WTO, Azevedo mengatakan bahwa dia akan meminta komitmen, kemauan dan fleksibilitas dari Washington. "Saya menghindari menunjuk dan menuduh orang, karena kita menginginkan upaya kolektif untuk mengatasi masalah," kata dia.

Malcorra mengakui, Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-11 terjadi dalam konteks yang kompleks, dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, tapi ini hanya menegaskan kembali komitmen kita untuk mencapai konsensus. "Ada banyak tugas yang tertunda, banyak topik yang tidak selesai, tapi kami akan berusaha maju semaksimal mungkin," katanya.

Dia menambahkan, komitmen total dan penuh dari kepresidenan Argentina (konferensi) untuk membangun jembatan yang diperlukan guna mencapai tempat yang memuaskan bagi semua orang.

Sekadar informasi, Konferensi Tingkat Menteri WTO ke-11, yang akan diselenggarakan secara resmi mulai Senin 11 Desember sampai Rabu 13 Desember, akan mempertemukan 164 anggota WTO untuk membuat keputusan mengenai peraturan perdagangan global.

Bawa Gubernur NTB ke Doha, Menko Luhut Tindak Lanjuti Investasi Qatar di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memimpin delegasi Indonesia dalam menindaklanjuti rencana investasi Qatar di Indonesia dalam pertemuan di Doha, Qatar, Minggu.

Dalam siaran persnya di Jakarta, Senin, Luhut menyatakan akan menghadiri tiga pertemuan bilateral yang diawali pertemuan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Tiga rangkaian pertemuan bilateral itu, yakni mengenai pembicaraan teknis pelaksanaan investasi di Indonesia dengan Menteri Keuangan Qatar Ali Shareef Al Emadi yang merangkap Sekjen Supreme Council of Economic Affairs and Investment, Deputi Perdana Menteri Khalid bin Mohammad Al Attiyah yang juga merangkap sebagai Menteri Pertahanan, dan pertemuan makan siang dengan Sekjen Kementerian Luar Negeri Qatar.

Rombongan delegasi yang dibawa Luhut terdiri atas Duta Besar Indonesia untuk Qatar M Basri Sidehabi, Utusan Khusus Untuk Timur Tengah dan OIC Alwi Shihab, Gubernur NTB Zainul Majdi, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno, dan Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Sunarko.

"Gubernur NTB saya bawa, (supaya) jadi konkret. Mereka mau berinvestasi di 150 hektare di sana," kata Luhut sembari menjelaskan Qatar berminat untuk berinvestasi di KEK Mandalika, NTB, termasuk investasi perpanjangan runway bandara di Lombok menjadi 3.000 meter.

Tidak hanya mengenai wisata, pertemuan tersebut juga membahas penyelesaian Bilateral Investment Treaty antara Indonesia-Qatar, pengembangan sektor pertanian di Kalimantan, aquakultur di Sabang, dan dukungan Asian Games di Indonesia tahun depan. (ljs)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini