nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saingi Airbnb, Pengusaha Hotel Indonesia Ingin Buat Aplikasi Travel Agent

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 18:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 12 470 1829251 saingi-airbnb-pengusaha-hotel-indonesia-ingin-buat-aplikasi-travel-agent-Jvo5H4vLGb.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Pengusaha hotel yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) akan membuat aplikasi online travel agent yang berbasis sharing ekonomi. Tujuannya, adalah untuk menyaingi aplikasi online travel agent milik Airbnb.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana dari PHRI untuk membuat travel agent berbasis aplikasi. Karena menurutnya, upaya tersebut sangatlah baik bagi pemerintah maupun masyarakat.

Pasalnya, dengan adanya online travel agent yang didirikan oleh PHRI, maka pendapatan negara melalui pajak akan semakin banyak. Sementara dari sisi lainnya, masyarakat akan bisa mendapatkan pekerjaan baru untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Baca juga: Dianggap Menganggu Bisnis Hotel di Indonesia, Begini Tanggapan Airbnb

"Ya baguslah kita dukung. Karena kan domestik bagi Kominfo dia menghemat bandwit, karena kalau Airbnb kan otorisasi pakainya kabel laut. Kalau dalam negeri kan dia traffic-nya lokal oh saya dukung," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (12/12/2017).

Menurut Rudiantara, saat ini ada dua travel agent yang berbasis sharing economy di Indonesia. Untuk OTA asing, ada Airbnb yang menganut prinsip bisnis tersebut.

"Itu bukan website itu aplikasi Airbnb seperti airyrooms itu bukan website. Kalau website dimana mana sudah ada. Ini kan hanya memanfaatkan ceruk ceruk yang masih bisa diekspos. Ekonomi sharing itu misalnya kursi ini ada sepuluh kepakai cuma enam karena apa pakar sudah dijagain semua," jelasnya.

Baca Juga: AirBnB Gerus Okupansi Hotel

Menurut Rudiantara , tidak bijak jika pemerintah memblok salah satu maupun salah dua dari OTA tersebut. Pasalnya, banyak masyarakat yang sudah merasakan manfaatnya. "Sekarang gini Airbnb kan internasional, di Indonesia juga kan ada juga airyrom itu mau di blok? Kembali kepada sektor kebijakan sektor apa nanti saya bantu sektornya," ucapnya.

Sebagai informasi, PHRI mengeluhkan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan online travel agen. Pasalnya, online travel agent baik asing maupun lokal dinilai tidak membayar pajak kepada pemerintah.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini