nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bansos Nontunai 2018 Sasar 10 Juta Keluarga

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 15:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 14 320 1830348 bansos-nontunai-2018-sasar-10-juta-keluarga-eiNq4RjgV2.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan sosial nontunai pada 2018 menyasar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain memperbesar jumlah penerima, program ini juga akan di lengkapi dengan pola pengawasan untuk mencegah penyelewengan.

Pola pengawasan tersebut salah satunya dengan pembuatan hotline pengaduan baik oleh Kementerian Sosial (Ke mensos) maupun Himpunan Bank Milik Negara (Him bara) sebagai mitra penyalur bansos nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). “Layanan ini kami siapkan menuju penyaluran bansos nontunai PKH untuk 10 juta KPM pada 2018,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta.

Dia menjelaskan, dengan 10 juta KPM sebagai sasaran bantuan nontunai dan menjangkau 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia, dimungkinkan banyak persoalan yang akan terjadi. Baik berupa efektivitas program, ketepatan waktu, ketepatan sasaran, mau pun ketepatan jumlah.

Baca juga: Gunakan Teknologi, Penyaluran Bansos Bakal Lebih Cepat!

Berbagai persoalan tersebut membutuhkan respons cepat sehingga dibutuhkan saluran resmi pengaduan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat. “Kami perlu lakukan antisipasi serta respons cepat agar layanan bansos nontunai dapat berjalan efektif. Untuk itu, hadirnya layanan pengaduan ini penting untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan informasi,” tutur Mensos.

Dia mengatakan, layanan informasi dan pengaduan ini menggandeng Himbara sebagai mitra karena mereka merupakan bank penyalur bansos nontunai di seluruh Indonesia. Nomor telepon yang disiapkan untuk layanan informasi dan pengaduan adalah BNI 1500046, BRI 1500017, Bank Mandiri 14000, BTN 1500286, dan Call Center PKH Kementerian Sosial di nomor 1500299. “Degan adanya kerja sama ini diharapkan akan mempercepat respons penanganan keluhan atau pengaduan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga: Alhamdulillah... Penyaluran Bantuan Sosial Nontunai Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Seperti diketahui, penyaluran bantuan sosial secara nontunai telah dimulai sejak November 2016 merupakan sebuah lompatan besar yang revolusioner dalam sejarah program pengentasan kemiskinan di Indonesia bahkan di dunia. Mengingat sampai saat ini model kartu combo, yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang memiliki fitur saving account dan e-wallet bagi masyarakat kurang mampu merupakan pertama kali di dunia di antara 72 negara yang melaksanakan program conditional cash transfer yang di Indonesia kita kenal PKH ini.

Dua fitur layanan yang tertanam dalam KKS, lanjut Khofifah, memungkinkan masyarakat bisa menabung dan mendapat beragam bansos dan subsidi yang terintegrasi dalam satu kartu. Melalui bansos nontunai, penerima manfaat yang dulu harus mendatangi kantor pos untuk mencairkan bansos dan harus mengantre lama karena waktu pengambilannya bersamaan, maka kini dengan sistem nontunai melalui sistem perbankan akan terlayani jauh lebih efektif karena mereka bisa akses melalui ATM bank Himbara serta agen bank terdekat.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial bertekad menyukseskan penyaluran bansos nontunai untuk 10 juta KPM tahun depan. Insya Allah bersama mitra kerja yakni Himbara, pemda, pendamping program, kami optimistis PKH dan BPNT mampu menurunkan angka kemiskinan dan gini ratio secara signifikan” tegas Khofifah.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini