nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rayakan HUT 60 Tahun, Pertamina Beri Penghargaan Pada 15 Pejuang Masyarakat Lokal

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 14 Desember 2017 00:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 14 426 1830029 rayakan-hut-60-tahun-pertamina-beri-penghargaan-pada-15-pejuang-masyarakat-lokal-76ipal0e6M.jpg Pertamina berikan penghargaan terhadap 15 pejuang masyarakat lokal (Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone)

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Awards 2017 dalam rangka HUT Pertamina ke-60 ini. Penghargaan ditujukan bagi 15 pejuang masyarakat lokal yang berjasa dalam menggerakkan masyarakat di sekitar dan bisa menjadi role model. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan penghargaan diberikan untuk memotivasi para pejuang masyarakat lokal (local hero) agar bisa melahirkan pejuang-pejuang baru di lingkungannya.

Menurutnya, mereka adalah individu yang menjadi mitra Pertamina yang turut serta mendorong masyarakat mandiri dalam mendorong kemajuan di bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, ekonomi.

"Sosok pejuang ini juga menjadi mitra binaan Pertamina dalam kegiatan kemasyarakatan di seluruh Indonesia sesuai dengan 4 Pilar CSR Pertamina, Pertamina Hijau, Pertamina Cerdas, Pertamina Sehat, Pertamina Berdikari serta Mitra Binaan," ungkapnya Adiatma ungkapnya di dalam Anugerah Pertamina Awards, Rabu (13/12/2017).

Salah satunya yang menerima penghargaan adalah Suraidah. Wanita berusia 64 tahun ini dengan susah payah merintis pembangunan sekolah di tapal batas antara Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara dengan bantuan PT Pertamina EP Field Tarakan. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan formal.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2017 ini, sosok pejuang lokal diikuti oleh 25 nominasi dari Unit Operasi (Refinery Unit dan Marketing Operation Region) serta Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari 25 nominasi maka terpilihlah 15 pejuang yang berhasil memenangkan kategori tersebut.

"Kendati calon penerima penghargaan adalah mitra dan masyarakat yang telah berkontribusi langsung pada program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan, penilaian awards ini dilakukan secara profesional yang diusulkan dari berbagai lini bisnis perusahaan dan melalui penjurian yang ketat," jelasnya.

Beberapa tahapan seleksi calon penerima dilakukan secara objektif dan transparan dengan melibatkan juri dari berbagai kompetensi yakni, Danang Arif Darmawan dari Program Studi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK UGM), Chamdan Purwoko (Bisnis Indonesia), Joedo Hanitianto (UMKM UGM), dan Agus Mashud (VP CSR & SMEPP Pertamina).

Dalam menentukan pemenang, kriteria penilian juri dititikberatkan pada kontribusi para pejuang masyarakat lokal dalam mengatasi persoalan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta penanganan dampak sosial.

Adapun pemenang dari 5 kategori local heroes yakni, Kategori Sehat diraih oleh Juju Soleha yang dengan tekun mengembangkan program Sehat dan Mandiri Berkat Toga. Kategori Cerdas diberikan kepada Suraidah yang tanpa lelah mendidik anak umur sekolah melalui Program Sekolah Tapal Batas.

Adapun Kategori Berdikari diterima oleh Usup Supriatna melalui Program Adhibakti Mina Bahari, Adhikarya Pangan Nusantara, Petani Tambak Air Pauay Rumput Laut Berprestasi.

Kategori Hijau diberikan kepada Joko Guntoro yang dalam beberapa tahun terakhir bersama komunitasnya berjuang Menyelamatkan Tuntong Laut (Batagur Borneoensis) Warisan Alam Dari Barat Nusantara, serta Kategori Mitra Binaan diberikan kepada Watni yang melakukan kegiatan Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis GMP.

Adapun para pemenang Pertamina Awards 2017 ini, dari seluruh kategori adalah sebagai berikut:

Kategori Sehat: 

1. Juju Soleha dengan tema Sehat Dan Mandiri Berkat Toga (Binaan PEP Field Ramba)

2. Kusdianto dengan tema Tanaman Obat Keluarga (TOGA) (PEP Field Tambun)

3. Siti Nurlaila dengan tema Meningkatkan Pengawasan Terapi Pengobatan Serta Pemberian Pmt Lokal Pasien Tb Paru Untuk Mencegah Terjadinya Mangkir/Putus (RU VII Kasim) 

Kategori Cerdas:

1. Suraidah dengan tema Program Sekolah Tapal Batas (PEP Field Tarakan)

2. Ali Tinendung dengan tema Menjembatani Pendidikan Anak Negeri (PEP Field Rantau)

3. Firnawati Labihi dengan tema Gerakan Ayo Menabung (PHE)

Kategori Berdikari:

1. Usup Supriatna dengan tema Adhibakti Mina Bahari, Adhikarya Pangan Nusantara, Petani Tambak Air Pauay Rumput Laut Berprestasi (PEP Field Tambun)

2. Toto Miftahussalam dengan tema Zero Waste Mushroom Applicated (RU VI Balongan)

3. M Zainuri dengan tema Tani Ternak Terpadu Daya Karya Mandiri Sangasanga Dan Inovasi Pupuk Cair Organik Untuk Revitalisasi Lahan Kritis Pasca Tambang Batu Bara (PEP Field Sangasanga) 

Kategori Hijau:

1. Joko Guntoro dengan tema Menyelamat Tuntong Laut (Batagur Borneoensis) Warisan Alam Dari Barat Nusantara (PEP Field Rantau)

2. Surya dengan tema Penggagas Bank Sampah Serbaguna Dari Desa Karanganyar (PEP Field Jatibarang)

3. Sutomo dengan tema 1) Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat Melalui Hippam Qurnia Di Desa Duoda Pengelolahan Limbah Bongol Pisang Sebagai Olahan Makanan, 2) Pemanfaatan Perkarangan Dan Lingkungan Di Desa Doudo Melalui Program Doudo Berhias Untuk Mewujudkan Edu Green Village, 3) Pengembangan Bank Sampah Harapan Dengan Sistem Syariah Di Desa Doudo (PEP Field Poeleng) 

Kategori Mitra Binaan: 

1. Watni dengan tema Pengolahan Hasil Perikanan Berbasis Gmp (PHE)

2. Wahyu Kusumo Hadi dengan tema Produksi Craft Dari Bahan Akar Kayu Jati (MOR V Surabaya)

3. Ico dengan tema Gerai Amanah Makanan Olahan Oleh-Oleh Jambi (MOR II Palembang).

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini