nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah Dikaji dan Dihitung, Kadin Dukung Keputusan Pemindahan Ibu Kota

Agregasi Kamis 14 Desember 2017 14:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 14 470 1830268 sudah-dikaji-dan-dihitung-kadin-dukung-keputusan-pemindahan-ibu-kota-6SOMVYPxXH.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI dari Jakarta ke daerah lain, bila itu menjadi ketetapan pemerintah.

"Kelak kalau sudah menjadi keputusan pindah, kami akan dukung. Kami serahkan pada pemerintah," kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani.

Kadin Indonesia meyakini perintah sudah melakukan kajian yang panjang dan mendalam mengenai pemindahan ibu kota. Sesungguhnya di dunia, banyak negara yang memisahkan antara ibu kota dengan pusat bisnis, sehingga semestinya tidak menjadi masalah bagi dunia usaha.

"Karena sudah dikaji sudah dihitung pro dan kontranya. Kalau sudah keputusan, kami mendukung," katanya menegaskan.

Apalagi bila tempat yang ditunjuk pemerintah lebih baik ketimbang Jakarta. Bagi Kadin Indonesia, yang penting adalah lokasi itu memiliki kapasitas yang dapat memudahkan dunia usaha. "Kalau itu tempat yang lebih baik mengedepankan efesiensi dunia usaha dan komunikasi lebih baik," kata dia.

Kadin menyerahkan keputusan pemindahan ibu kota kepada pemerintah seutuhnya.

Sementara itu, Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia mengagendakan pembahasan tentang pembangunan daerah dan Sumber Daya Manusia untuk menyusun program kerja Kadin 2018. Rosan P Roeslani menyatakan Kadin sengaja mengambil tema Membangun Daerah dengan Meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk Memajukan Perekonomian Indonesia yang Berkeadilan.

"Kami melihat pertumbuhan ekonomi itu akan tumbuh berkualitas jika manusianya juga berkualitas. Kami juga melihat pertumbuhan tidak hanya terpusat di Jawa saja, tetapi harus Indonesia centris," kata dia.

Kadin mencoba untuk menyelaraskan pertumbuhan secara berimbang. Ketimpangan ekonomi dinilai masih mewarnai perekonomian nasional dan daerah. Secara nasional indeks Gini rasio tahun 2016 dan 2017 masih berkisar pada 0,40 hingga 0,41 dan di daerah berkisar 0,33 hingga 0,41.

Sementara itu, dalam kurun waktu 2016-2017, perkembangan ekonomi Indonesia masih dalam tren positif dan stabil. Secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, namun capaian pertumbuhan yang berada di kisaran 5 persen itu tidak mampu menyerap kebutuhan angkatan kerja baru yang setiap tahunnya mencapai 2 juta orang. "Kami akan terus mendorong pelaksanaan program pendidikan vokasi agar angkatan kerja yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri dan menjadi tenaga kerja siap pakai. Kami berkomitmen penuh dengan ini," kata dia. Pendidikan vokasi, ekonomi digital ketenagakerjaan akan menjadi fokus perhatian Kadin.

Pemerintah akan menyelesaikan kajian pemindahan ibu kota pada akhir Desember ini. Dipastikan ibu kota akan pindah ke luar Jawa. Menteri PPN dan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa yang pasti berada di luar Jawa. Bambang belum mau menyebut lokasi mana saja yang jadi calon ibu kota pengganti Jakarta, namun dia memastikan ibu kota akan pindah ke daerah di luar Jawa. Dikatakan Bambang, sudah ada beberapa kandidat calon ibu kota. Saat ini, kajian sedang dilakukan mencakup beberapa aspek.

"Lokasi, termasuk skema pembiayaan, kebutuhan, dan lain-lain tapi belum sampai ke desain mengenai kotanya," ujar Bambang. Kajian ditargetkan akan selesai pada akhir Desember, dan hasilnya akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo. "Saya harus lapor dulu ke presiden. Akhir Desember selesai, baru lapor presiden. Sekarang hampir selesai," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini