nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Subsidi Dicabut, Tingkat Konsumsi Masyarakat Menurun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 15 Desember 2017 12:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 15 320 1830753 subsidi-dicabut-tingkat-konsumsi-masyarakat-menurun-W4p41M5JPE.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

SEMARANG – Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia saat ini dinilai semakin turun. Penyebabnya antara lain dicabutnya subsidi hingga dialihkannya prioritas pembangunan untuk infrastruktur. Semakin banyak subsidi yang dicabut, mengakibatkan tingkat konsumsi masyarakat yang semakin turun.

“Pada akhirnya, masyarakat akan mengeluarkan biaya untuk yang benar-benar dibutuhkan,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Hardiwinoto dalam Diskusi Prime Topic on Campus yang digelar MNC Trijaya FM Semarang, bertemakan “Pertumbuhan Ekonomi untuk Siapa?” di Ruang NRC Kampus Unimus, Semarang.

Selain itu, lanjut dia, pembangunan infrastruktur juga lebih banyak menyerap tenaga asing daripada tenaga dalam negeri.

“Hal tersebut yang juga memicu tingkat konsumsi masyarakat menurun, dan tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Baca Juga : Soal Subsidi Listrik 900 Va, Menteri Jonan Terima 108.778 Pengaduan Masyarakat

Senada juga diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah M Chamim Irfani. Dia menyatakan bahwa prioritas pembangunan infrastruktur menjadi salah satu penyebab tingkat pendapatan ekonomi masyarakat tak mengalami peningkatan.

“Padahal tujuannya untuk menaikkan aktivitas ekonomi. Namun infrastruktur itu justru lebih banyak mengambil alih lahan pertanian. Sedangkan masyarakat di Jawa Tengah, misalnya, lebih banyak bekerja sebagai petani, dan mayoritas hanya memiliki lahan di bawah setengah hektare,” tukas Chamim Irfani.

Baca juga: Dari Rumah Subsidi, BPK Temuka Permasalahan Kekurangan Penerimaan Rp366 Miliar

Menurutnya, apabila petani tak memiliki lahan pertanian lagi atau hasil pertanian dikuasai tengkulak maka yang terjadi justru angka kemiskinan semakin tinggi. Untuk saat ini, beber dia, pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar 5,06%. Sementara di Jawa Tengah sendiri angkanya justru lebih tinggi, yaitu 5,13%.

“Akan tetapi angka kemiskinan di Jawa Tengah adalah 13,19 persen. Angka itu lebih tinggi dari nasional sebesar 10,08 persen. Penyebabnya adalah terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur dan berimbas pada sektor pertanian. Karena mayoritas masyarakat kita adalah sebagai petani,” pungkasnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini