Berkapasitas 220 Mw, PLTP Baturaden Masuk Fase Persiapan Pengeboran

ant, Jurnalis · Minggu 17 Desember 2017 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 17 320 1831603 berkapasitas-220-mw-pltp-baturaden-masuk-fase-persiapan-pengeboran-0xmaynGbW5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Baturaden saat ini telah memasuki fase persiapan untuk pelaksanaan pengeboran sumur eksplorasi di Wellpad H (Sumur SMT-01). Pengeboran ini direncanakan akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Desember 2017.

PLTP Baturaden ini akan memiliki kapasitas sebesar 220 MW dan ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2022 dan 2024.

 Baca juga: Berkapasitas 220 Mw, PLTP Baturaden Masuk Fase Persiapan Pengeboran

"Proyek ini adalah salah satu proyek strategi nasional untuk wujudkan ketahanan energi nasional," ujar Direktur Panas Bumi Yunus Saefulhak beberapa waktu lalu.

Total investasi yang dibutuhkan dalam pengembangam PLTP Batutaden ini sebesar USD 900 juta, dimana untuk tahap eksplorasi membutuhkan dana sekitar USD 75 juta.

 Baca juga: Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi, Kemenkeu Terbitkan Aturan Baru

Sementara itu terkait dengam kekeruhan air sungai Prukut, PT Sejahtera Alam Energi (SAE) selaku pengelola PLTP ini telah melakukan penanganan di sisi hulu diantaranya mengurangi kegiatan cut & fill di lokasi proyek dan peningkatan proteksi seperti pembuatan kolam pengendapan, filterisasi, sistem drainase yang baik sehingga aliran sungai Prukut kembali menjadi jernih. Sedangkan di sisi hilir telah dilakukan koordinasi dan upaya-upaya penanganan terkait dengan keruhnya air sungai Prukut tersebut.

Berkaitan dengan keruhnya air sungai Prukut, PT SAE sedang melakukan upaya-upaya penanggulangan antara lain:

1) melakukan penanganan penyebab keruhnya air Sungai Prukut dari sisi hulu;

2) melakukan pembersihan jaringan pipa akibat tersumbat lumpur;

Baca juga: Potensi Listrik Panas Bumi di Sarulla hingga 1.000 Mw, Menteri Jonan: Salah Satu Terbesar di Dunia

3) melakukan pembayaran ganti rugi akibat tidak beroperasinya suplai air yang dikelola oleh Pansimas;

4) memperbaiki sistem jaringan perpipaan yang terdampak dan mengganti meteran yang rusak;

5) menyediakan air bersih kepada masyarakat yang terdampak dengan menggunakan truk tangki air; serta

6) membuat bak penampungan air bersih untuk mengantisipasi apabila terjadi kekeruhan air sungai kembali.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini