nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Erupsi, Okupansi Hotel di Bali Hanya 30%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Minggu 17 Desember 2017 17:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 17 470 1831716 gunung-agung-erupsi-okupansi-hotel-di-bali-hanya-30-oF6G49c1It.jpg Ilustrasi: Shutterstock

BALI - Erupsi Gunung Agung di Bali membuat tingkat okupansi hotel turun drastis hingga 50%. Hal tersebut dikarenakan banyak wisatawan yang membatalkan kunjungannya sejak terjadinya erupsi Gunung Agung pada November lalu.

Menurut Chairman Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali atau Bali Tourism Boarding, I.B. Agung Partha, rata-rata tingkat okupansi hotel di Bali dalam kurun dua bulan hanya mencapai 20%-30%. Padahal, periode yang sama tahun lalu tingkat okupansi hotel bisa mencapai 60% karena bertepatan dengan liburan akhir tahun.

"Okupansi hotel sampai saat ini 20%-30%," kata dia di Karangasem, Bali, Minggu (17/12/2017).

 Baca Juga: AirBnB Gerus Okupansi Hotel

Akan tetapi, menurut Agung jumlah kunjungan wisatawan mulai mengalami peningkatan, lantaran kondisi Bali yang makin kondusif. Adapun peningkatan paling signifikan adalah dari wisatawan yang berasal dari Australia yang jumlahnya sudah mengalami kenaikan hingga 90%.

Wisatawan yang masih ragu untuk menjejakan kakinya di Pulau Dewata mayoritas berasal dari Asia, jumlahnya di bawah 50%. Bahkan, pemerintah China belum mencabut travel warning mereka, sehingga belum ada wisatawan China yang datang kembali lagi ke Bali. Sedangkan wisatawan Eropa mulai berdatangan ke Bali.

"Jadi di sinilah kita harus bahu membahu, bekerja sama dengan pemerintah, swasta dan masyarakat untuk mengembalikan keadaan secepatnya" kata dia.

 Baca Juga: Gunung Agung 'Batuk', Hotel Bali Pasang Tarif Paling Rendah

Guna menarik kembali minat wisatawan, Agung mengatakan pemerintah bekerjasama dengan pihak pengelola hotel dengan membuat paket liburan ke Bali. Artinya, dalam satu paket wisatawan dapat mendapatkan berbagai fasilitas seperti penginapan, wisata, penerbangan, dan lain sebagainya.

"Kita bikin ramai dulu Bali. Kita tidak mikirin untung dulu, bikin ramai dulu," jelas dia.

Meskipun tidak dapat memastikan kapan kondisi Bali akan pulih seperti sediakala, namun Agung meyakinkan bahwa Bali aman. Bukan hanya karena kondisi Gunung Agung yang tidak mengkhawatirkan, tetapi juga perimbangan lokasi Gunung Agung dengan Kota Bali cukup jauh hingga dua jam.

"Kadang-kadang ada salah persepsi bahwa level empat bukan Bali, hanya Gunung Agung. Bali sendiri sebenarnya zero atau level aman," tukas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini