Pasca-Cetak Rekor, IHSG Terkoreksi ke 6.107

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017 09:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 18 278 1831945 pasca-cetak-rekor-ihsg-terkoreksi-ke-6-107-QTpTTx6Jr5.jpg Ilustrasi IHSG. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pasar saham Indonesia pagi ini dibuka terkoreksi, setelah pada akhir pekan kemarin bergerak di level tertingginya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 12 poin atau 0,2% ke 6.107.

IHSG dibuka dengan 79 saham menguat, 26 saham melemah dan 96 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp52,82 miliar dari 105,05 juta lembar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 2,28 poin atau 0,22% menjadi 1.027, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,46 poin atau 0,34% ke 732, indeks IDX30 turun 1,46 poin atau 0,26% ke 563 dan indeks MNC36 melemah 1,2 poin atau 0,34% ke 349.

Sektor pendukung IHSG bergerak dua arah, dengan sektor konsumsi, manufaktur, ankea industri, infrastruktur, keuangan dan industri dasar melemah. Sementara sektor perkebunan, tambang, perdagangan dan properti menguat.

Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) naik Rp24 atau 7,59% ke Rp340, saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) naik Rp8 atau 6,15% ke Rp138, dan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) naik Rp7 atau 5,79% ke Rp128.

Sedangkan saham-saham yang berada di deretan top losers, antara lain PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp500 atau 4,42% ke Rp10.800, saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) turun Rp625 atau 2,95% ke Rp20.550, dan saham PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) turun Rp3 atau 2,36% ke Rp124.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini