Image

Jadi Asuransi Syariah Pertama di BEI, IPO Saham JMAS Dibuka Meroket 70%

Ulfa Arieza, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017, 09:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 18 278 1831956 jadi-asuransi-syariah-pertama-di-bei-ipo-saham-jmas-dibuka-meroket-70-CEVyEsAteJ.jpg IPO Asuransi Jasa Syariah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menjelang penutupan tahun 2017, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan satu emiten, sehingga perusahaaan yang melantai di pasar modal sepanjang tahun 2017 mencapai 34 emiten.

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk atau JMA Syariah hari mencatatkan saham perdana. JMA Syariah menjadi perusahaan asuransi jiwa syariah pertama yang go public.

Pada penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaaan dengan kode emiten JMAS ini melepas 400 juta saham atau setara dengan 40% modal disetor setelah IPO. Saham JMAS dicatatkan dengan harga penawaran Rp140 per saham.

Pada pencatatan perdana, saham JMAS langsung melejit 70% atau 98 poin ke level ke Rp238. Saham JMAS ditransaksikan sebanyak 18 kali dengan volume sebanyak 630 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp14,99 juta.

Direktur Penilaian Perusahaaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, dengan pencatatan JMAS sebagai asuransi syariah pertama, dia berharap hal tersebut dapat mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk menjadi perusahaan terbuka.

"Seperti yang selalu kita sampaikan tidak perlu menunggu besar untuk IPO tapi dengan IPO maka perusahaan jadi besar," ujarnya di Gedung BEI, Senin (18/12/2017).

Pencatatan saham JMAS ini turut dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Ngurah Puspayoga. Melalui gelaran IPO, perusahaaan menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp56 miliar. Keseluruhan dana dari IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Jasa Utama Capital Sekuritas.

JMA Syariah adalah perusahaan asuransi jiwa syariah yang didirikan oleh KOSPIN JASA dan insan-insan pelaku ekonomi Koperasi Indonesia. JMA Syariah telah menerima izin operasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2015.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini