nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Ayam dan Telur Naik Jadi Sorotan, Mendag: Kenaikannya Masih dalam Batas Toleransi

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 18 Desember 2017 19:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 18 320 1832334 harga-ayam-dan-telur-naik-jadi-sorotan-mendag-kenaikannya-masih-dalam-batas-toleransi-5LFkB3GFPV.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menilai kenaikan harga ayam dan telur ini masih dalam batas tolerasi dibandingkan kerugian yang dialami peternak ketika harganya turun beberapa waktu lalu.

"Sorotan juga pada kenaikan telur dan ayam. Sebenarnya kenaikannya itu masih tolerable dibandingkan kerugian yang dihadapi oleh para peternak pada waktu lalau dia turunnya wajar, kemudian terjadi kenaikan dan kemudian turun waktu Lebaran," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Akan tetapi, lanjut Enggar, kenaikan harga telur dan ayam menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 cukup aneh. Pasalnya, harga naik dalam jumlah serapan tidak sebesaw waktu Lebaran tetapi kenaikan harganya sama dengan waktu Lebaran.

Dari hasil evaluasinya, kenaikan harga ayam dan teluru karena suplai yang berkurang.

"Ada beberapa peternak kena sakit dan kemudian saya tidak tahu tapi ada penjelasan kenapa produksi telur berkurang. Biasanya kan ayam tidak bisa ditahan-tahan untuk bertelur, tetapi suplai bekrurang saja beberapa waktu," tuturnya.

Meski demikian, sekarang disejumlah daerah harga telur dan ayam sudah kembali normal. Seperti laporan dari Cianjur stok dan harga sudah normal.

"Rata-rata sudah kembali normal. Dengan yang ada maka harga akan turun," ujarnya.

Khusus untuk daging, Enggar mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan peternak besar untuk tidak menaikan harga dengan semena-mena. Meskipun pemerintah menyadari tidak mau menekan harga ayam terlalu jauh yang bisa mengakibatkan peternak mandiri mati.

"Harus ada keseimbangan untuk itu. Jadi kita akan masuk dulu dalam pasar untuk menyeimbangkan harga. Ini keseimbangan harus dicapai, berbeda dengan komoditi lain karena menyangkut peternak besar berapa harga berapa keuntungan dan berapa kerugian. Maka kita mengatur dengan sangat hati-hati," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini