Image

UU Reformasi Pajak Lolos, Dolar AS Kembali Menguat

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 08:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 20 278 1833158 uu-reformasi-pajak-lolos-dolar-as-kembali-menguat-I63IQGgYe9.jpg Ilustrasi Dolar AS. (Foto: Reuters)

TOKYO - Dolar Amerika Serikat (AS) menguat seiring ekspektasi perbaikan pajak AS. Sementara kenaikan tajam dalam imbal hasil obligasi Jerman membantu mendukung euro.

Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui perombakan pajak terbesar di AS dalam 30 tahun terakhir. Meskipun, anggota Kongres Republik mungkin perlu mengadakan pemilihan lain karena masalah prosedural.

Dolar AS menguat ke USD112,87 per yen Jepang, memperpanjang rebound dari titik terendah hari akhir pekan kemarin di USD112,035 per yen Jepang, dengan level tertinggi pekan lalu di USD113,75 per yen Jepang sebagai target berikutnya.

Namun kenaikan dalam dolar AS terbatas karena banyak pelaku pasar menanti pertemuan kebijakan dua hari Bank of Japan, untuk mendapatkan petunjuk apakah BOJ akan bergabung dengan Federal Reserve AS dan bank sentral Eropa dengan stimulus mereka.

Pidato Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda pada November silam memicu spekulasi, ketika dia menyebutkan konsep 'tingkat pembalikan', tingkat di mana tingkat suku bunga yang rendah mulai memberikan efek samping yang lebih berbahaya daripada keuntungan.

Ketidakpastian atas niat BOJ adalah alasan utama yen tidak tergelincir, meskipun kenaikan tajam imbal hasil obligasi AS terjadi sehari sebelumnya. Imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat 10 tahun naik ke level tertinggi tujuh mingguan di 2,472%, mendekati puncak tujuh bulan di 2.477% pada akhir Oktober 2,40%.

Lonjakan tersebut sebagian didorong oleh ekspektasi reformasi pajak yang meningkatkan penerbitan obligasi A.S. Namun, banyak analis mengatakan bahwa pemicu langsung adalah lonjakan imbal hasil obligasi Eropa pada hari Selasa setelah Jerman mengumumkan rencana untuk menerbitkan lebih 30 tahun utang tahun depan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini