Image

Harus Koordinasi, Kemendag Masih Kaji Aturan E-Commerce

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 15:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 20 320 1833396 harus-koordinasi-kemendag-masih-kaji-aturan-e-commerce-Hoqa2Qp5KE.jpg Sekjen Kemendag Karyanto. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih mengkaji aturan baku untuk mengatur perdagangan online atau e-commerce. Aturan itu nantinya mewajibkan setiap e-commerce untuk mendaftarkan diri melalui Kementerian Perdagangan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menjelaskan aturan tersebut dibuat sebagai upaya meningkatkan perlindungan konsumen, seiring maraknya kemunculan e-commerce. Menurutnya, aturan tersebut saat ini masih dalam tahap harmonisasi antara Kementerian dan Lembaga.

"Aturan e-commerce sekarang sedang dibahas, jadi belum selesai," ujarnya di Kantor Kementetian Perdagangan, Rabu (20/12/2017).

Karyanto melanjutkan, aturan tersebut adalah upaya pemerintah untuk menata perdagangan online. Perdagangan online, lanjut dia, juga harus terdaftar secara resmi.

"Sebetulnya kalau enggak ada ada aturan kita akan bina dulu lah kan e-commerce belum. e-commerce belum diatur artinya belum keluar sedang dicoba aturannya," jelas dia.

Kendati demikian, Karyanto belum bisa memastikan aspek yang akan diatur. Detail aturan masih terus dibahas oleh Kementerian serta Lembaga terkait. "Saya belum bisa kasih karena itu maish dalam pembahasan," kata dia.

Selain wajib mendaftarakan usahanya, pemilik e-commerce juga akan dikenakan pajak. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan, penerapan aturan pajak bagi pelaku e-commerce sudah disiapkan. Bakal ada cara pemungutan pajak yang baru untuk e-commerce.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini