Sentuh Rp55.000, Polri Selidiki Kenaikan Harga Cabai Jelang Natal dan Tahun Baru

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 20 320 1833603 sentuh-rp55-000-polri-selidiki-kenaikan-harga-cabai-jelang-natal-dan-tahun-baru-v5IFtuesUj.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa mendapatkan laporan mengenai kenaikan harga cabai merah yang mencapai angka Rp55.000 per kilogram (kg) di wilayah produksi, seperti Jawa Timur menjelang hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Padahal harga normal cabai merah itu per kilonya hanya berada di angka Rp20.000-Rp25.000 per kg. Meskipun, ada faktor cuaca buruk, namun, satgas pangan tetap akan melakukan penyelidikan fenomena tersebut.

"Tapi kalau melihat daerah produksi Jatim akan kami selidiki lagi. Karena di sana daerah penghasil Blitar dan sekitarnya itu penghasil cabe merah," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2017).

 Baca Juga: Mayoritas Harga Pangan Turun, Cabai Merah Malah Naik

Setyo yang juga Kadiv Humas Mabes Polri itu menyebut, di beberapa daerah memang distribusi cabai mengalami kendala lantaran faktor cuaca yang buruk. Namun, dia merasa heran apabila di wilayah produksi bahan pokok itu, bisa mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, tim satgas pangan memang melakukan pengawasan terhadap harga-harga bahan pokok, seperti beras dan cabai merah.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Naik 71%, Gubernur BI: Perlu Dicermati!

Dalam laporan saat ini, kata Setyo dari seluruh provinsi Indonesia, kenaikan cabai merah yang cukup tinggi adalah daerah Jawa Timur, yang notabene kawasan penghasil cabai.

"Kalau ada permainan ya kami tindak," jelasnya.

Setyo menekankan pihaknya akan melakukan pendataan dan pengecekan ke lapangan terkait dengan kenaikan harga cabai merah. Mengingat, hari raya Natal dan Tahun Baru sudah didepan mata.

Oleh karena itu, Setyo menegaskan akan mendalami adanya dugaan permainan 'mafia' terkait dengan harga bahan-bahan pokok di pasaran.

"Ya saya apakah laporan ini salah data atau memang betul akan kami cek kalau memang terjadi fluktuasi setinggi ini maka harus ditindak nanti dicari," kata Setyo.

Sementara itu, Setyo menuturkan untuk bahan pangan beras, di beberapa wilayah memang mengalami kenaikan harga karena faktor cuaca yang buruk. Sehingga, saat ini, harga gabah mencapai Rp6 ribu dipasaran.

Dengan harga itu, Setyo menyatakan produksi beras akan mengalami kenaikan harga diatas Rp10.000. Tetapi, para pengusaha akan menaikkan kualitas beras menjadi premiun dengan harga rerata Rp12.000.

"Ini yang disebut beras mediumnya kosong di lapangan padahal memang gabahnya sudah naik harganya," ucap Setyo.

Operasi pasar, Setyo mengklaim bahwa program itu berjalan lancar dan membantu masyarakat untuk mendapatkan harga bahan pokok dengan harga murah. Dia menekankan, operasi pasar bukanlah razia, namun melakukan penjualan pangan dengan harga murah.

"Yang dilaksanakan operasi pasar menjual dengan harga murah. Tapi kalau tidak melakukan razia mendatangi satu-satu itu enggak," tutup Setyo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini