Sidak Pelaksanaan Pencairan Anggaran, Sri Mulyani: Prosesnya Semakin Efisien

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 21 20 1833968 sidak-pelaksanaan-pencairan-anggaran-sri-mulyani-prosesnya-semakin-efisien-XTtM8BM02c.jpg Sri Mulyani sidak (Foto: Feby Novalius/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani usai melakukan peninjauan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II di Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat. Menurut dia aktivitas pelaksanaan pencairan anggaran dan pengelolaan penerimaan negara pada tutup tahun anggaran 2017 semakin baik prosesnya.

"Hari ini ke KPPN Jakarta II karena di sini lebih melayani lebih dari separuh APBN 2017. Tadi lihat aktivitas banyak Kementerian dan Lembaga (K/L) dari sisi satker melakukan kegiatan pencairan anggaran di hari-hari terakhir. Tentu saya senang mendengar persiapan tampaknya sudah lebih baik," ujarnya, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

 Baca juga: Sri Mulyani Jamin Pencairan Anggaran Asian Games Tanpa Hambatan

Perbaikan terlihat di mana satker atau wakil K/L yang akan mencairkan anggaran 2017 sudah menggunakan id card. Selain mengefisiensikan waktu pencairan, penggunaan id ini menghindarkan dari satker ilegal.

"Beberapa kejadian tahun lalu, dari para satker pada saat pencairan dengan cap pencairan, dengan cap jempol ada tidak benar," ujarnya.

 Baca juga: Wapres JK: Asian Games Berdampak Investasi Jangka Panjang

Dia melanjutkan, jumlah satker dari seluruh K/L ada sekira 18 ribu satker. Dari satu satker bisa diwakili 3 orang dalam hal pencairan anggarannya.

"Oleh karena itu untuk menjaga sekarang dilakukan satker yang memiliki id yang sudah dikontrol sebelumnya," tandasnya.

 Baca juga: Jadi Tuan Rumah Asian Games 2018, Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Bakal Menggeliat

Menambahkan persoalan satker, Kepala KPPN Jakarta II Hari Winarno menceritakan, bahwa beberapa tahun lalu sebelum id card satker di buat ada masalah dalam pencairan.

"Ketika pencairan anggaran K/L, satker ini saat dikonfirmasi, K/L merasa bukan mereka yang melakukan. Oleh karena itu akhirnya diputuskan membuat ID ini aktivitas K/L melakukan pencairan betul-betul orang yang mewakili," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini