nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kumpulkan Bos-Bos di Sumut, Menteri Rini Bahas Kerugian hingga Kurangi Anak Cucu BUMN

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 18:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 21 320 1834116 kumpulkan-bos-bos-di-sumut-menteri-rini-bahas-kerugian-hingga-kurangi-anak-cucu-bumn-xIlpP0ul2f.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

BALIGE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan sebagian perusahaan milik negara di Balige, Parapat, Sumatra Utara. Acara rakor ini juga sekaligus untuk memberikan bantuan (CSR) kepada masyarakat sekitar sebagai perwujudan BUMN hadir untuk negeri.

Menurut Rini rakor ini dilakukan untuk membahas permasalahan yang ada di perusahaan BUMN terutama yang mengalami kerugian. Pasalnya hingga saat ini masih ada perusahaan yang rugi terus menerus sehingga harus dicari solusi yang tepat.

"Kita bertemu karena ada beberapa hal yang harus kita perdalam, salah satunya adalah mengenai bagaimana kita menghadapi peerusahaan-perusahaan yang rugi. Perusahaan-perusahaan yang rugi ini kan banyak sudah lama ruginya seperti Merpati, PT kertas Leces, dan beberapa lainnya," ungkap Rini di Balige, Sumatera Utara, Kamis (21/12/2017).

 Baca Juga: Jokowi Naikkan Gaji Ketua Dewan Pengawas RRI Jadi Rp29,5 Juta

"Operasionalnya tuh udah jelek sekali gitu kan, ada yang meruginya udah bertahan kayak Inuki, PFN, nah ini yang gimana caranya kita bisa menyehatkan mereka dengan sinergi antar BUMN," imbuhnya.

Menteri Rini menilai dengan pertemuan ini maka akan dilihat langkah apa yang bisa dilakukan untuk kembali menyehatkan perusahaan tersebut. "Ada beberapa hal yang liat seumpamanya bagaimana mengoptimalisasikan kemampuan mereka, yang dibutuhkan oleh BUMN-BUMN lainnya," jelasnya.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Dilaju Kencang, Arus Kas BUMN Tertekan

Poin kedua yang menjadi pembahasan adalah untuk mencari cara agar perusahaan BUMN tidak semakin banyak memiliki anak hingga cucu yang sering dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya BUMN banyak yang memiliki anak cucu yang aktifitasnya sama atau mirip satu sama lain.

"Yang paling spesifik, yang paling kelihatan itu logistik, AP I punya logistik, AP II punya, Bulog punya, KAI juga punya, ini kan enggak masuk akal gitu. Pada akhirnya nanti ketemu di pasar berkompetisi, padahal kalau kita liat share holdernya kan satu, nah ini yang tadi salah satunya kita bahas. Apakah kita kemudian kita jadikan 1 merger dan mereka semua memiliki saham di dalamnya," tukas Rini.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini