nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Cari Cara Pangkas Anak Cucu Perusahaan BUMN

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 09:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 22 320 1834360 menteri-rini-cari-cara-pangkas-anak-cucu-perusahaan-bumn-q7aAGqqbFH.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

BALIGE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan akan mengurangi anak usaha perusahaan BUMN yang terlalu banyak meski bergerak di bidang yang sama. Hal ini diungkapkan saat rapat koordinasi (Rakor) dengan perusahaan BUMN di Balihe, Parapat, Sumatera Utara.

Menteri Rini mengatakan, untuk mengurangi anak usaha atau yang sering disindir sebagai anak cucu BUMN ini maka pihaknya akan mulai menyatukan perusahaan yang bekerja di bidang yang sama. Seperti contoh perusahaan kapal tunda yang dimiliki oleh Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I hingga IV yang akan disatukan.

Baca Juga: Jokowi Naikkan Gaji Ketua Dewan Pengawas RRI Jadi Rp29,5 juta

"Seperti sekarang kita lakukan dengan jasa armada. Jasa armada yang akan go public, akan listing nih hari Jumat yaitu kapal tunda yang untuk gait kapal, untuk masuk ke pelabuhan," ungkap Rini di Balige, Jumat (22/12/2017).

Namun ia menekankan yang dijadikan satu perusahaan hanya anak cucu dari Pelindo I hingga IV. Untuk perusahaan inti akan tetap berjalan seperti saat ini.

Baca Juga: Tambah Pendanaan Infrastruktur, BUMN Manfaatkan 3 Instrumen Ini

"Pelindo I punya sendiri, Pelindo II punya, Pelindo III punya, Pelindo IV punya. Nah ini akan kita jadikan satu dan go public. Nah ini nanti semua perusahaan jadi satu," jelasnya.

Menteri Rini menjelaskan hal ini juga untuk memperbaiki data base seluruh perusahaan BUMN dari paling besar hingga anak cucu perusahaan. Dengan menyatukan anak perusahaan ini maka data base lebih tersusun rapi dan tidak terlalu banyak.

"Jadi contoh-contoh seperti itu yang paling utama buat kita, semua harus tahu BUMN ini ngapain. Kita harus punya data base yang komplit yang bisa di akses oleh tiap BUMN. Data base secara elektronik yang bisa di lihat, terus terang memang belum komplit kita harus akui, saya sudah minta terus-terusan tapi memang jalannya masih pelan dan sekarang semua menyadari," kata Rini.

Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Dilaju Kencang, Arus Kas BUMN Tertekan

"Memang sengaja saya rapatkan ini, supaya semua melihat apa sih persoalannya, kenapa saya cerewet data base nya harus nyambung. Nah mereka sekarang menyadari sendiri, dengan begitu bisa lebih efisien, kita bisa lebih kuat," imbuhnya.

Menurutnya, data base selama ini belum lengkap dan masih kurang dikarenakan perusahaan BUMN yang masih kerja sendiri dan tidak bersinergi, sehingga saat ini anak usaha akan disatukan agar semua bisa bekerja sama dengan baik untuk membangun negeri.

"Pada dasarnya tiap-tiap BUMN kan punya aktivitas masing-masing, masih belum merasa pentingnya bersama-sama. Tapi ada beberapa perusahaan bersama, sudah joint effort kayak perbankan, Pelindo juga sudah demikian, dengan sudah bersatunya jasa tundanya itu untuk gaet kapal-kapal. Sudah mulai tapi belum detail, detail itu kan penting," tukasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini