nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Rini Prediksi 13 Perusahaan BUMN Rugi dengan Total Nilai Rp4 Triliun

Lidya Julita Sembiring, Jurnalis · Jum'at 22 Desember 2017 11:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 22 320 1834393 menteri-rini-prediksi-13-perusahaan-bumn-rugi-dengan-total-nilai-rp4-triliun-U5xFEvmWd2.jpg Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone

BALIGE - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah Perusahaan BUMN akan menurun. Dirinya memprediksi hanya akan ada sebanyak 13 BUMN yang rugi hingga akhir 2017.

"Tahun ini saya rasa 12-13 (perusahaan) lah masih rugi dari 143 perusahaan. 2018 tidak boleh ada yang rugi," ungkap Rini di Balige, Sumatera Utara, Jumat (22/12/2017).

Baca Juga: Kumpulkan Bos-Bos di Sumut, Menteri Rini Bahas Kerugian hingga Kurangi Anak Cucu BUMN

Menurutnya jumlah ini terus berkurang sejak 2013 lalu. Di mana pada saat itu jumlah perusahaan BUMN yang rugi sebanyak 23 perusahaan dengan total kerugian mencapai Rp13 triliun. Untuk tahun ini ia memproyeksi total kerugian hanya capai sebanyak Rp4 triliun untuk 13 perusahaan tersebut.

"Sekarang (rugi) enggak mungkin (sampai) Rp5 triliun. Akhir tahun ini mungkin Rp4 triliun," jelas Rini.

Kerugian terbesar masih di pegang oleh dua perusahaan BUMN yakni Garuda Indonesia dan Krakatau Steel. Di mana kerugian keduanya mendominasi kerugian BUMN selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Jokowi Naikkan Gaji Ketua Dewan Pengawas RRI Jadi Rp29,5 juta

Menteri Rini menjelaskan kerugian yang dialami Krakatau Steel karena tidak mampu bersaing dengan dumping yang datang dari China dan Korea. Sedangkan Garuda Indonesia karena tidak mampu bersaing harga dengan maskapai lainnya yang menawarkan harga murah.

"Memang salah satunya karena tidak bisa berkompetisi dengan dumping yang datang dari China dan Korea. Garuda permasalahannya karena perang harga satu sama lain. Itu sedang kita teliti," tukasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini