Image

KATA MEREKA: Entrepreneur Kekinian, Tak Kalah Gengsi dan Menguntungkan!

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017, 08:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 22 320 1834615 kata-mereka-entrepreneur-kekinian-tak-kalah-gengsi-dan-menguntungkan-t7BZMp2Aeq.jpg Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Entrepreneur atau wirausaha menjadi pilihan sebagian orang karena beberapa alasan, seperti bosan dengan kerja kantor yang monoton maupun prinsip yang tidak dapat ditemui dengan bekerja di kantor.

Jalan entrepreneur ini telah dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum beliau menjabat sebagai Walikota Solo, lalu mempimpin Republik Indonesia. Bahkan, jalan wirausaha ini ditularkan kepada kedua putranya yaitu Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep. Sang Sulung, Gibran sukses berbisnis martabak dengan mengembangkan merek Markobar. Saat ini, merek Markobar sudah menjadi buah bibir pecinta kuliner di Nusantara. Menyusul sang kakak, Kaesang telah merintis usaha. Beberapa usaha dirintis oleh pria yang lahir di Solo pada 25 Desember 1994 ini, antara lain menjual permainan papan dan permainan kartu, kaus karakter, dan pisang nugget. Anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan usahanya.

Berkat kecintaan Kaesang terhadap budaya Indonesia, Hompimpa Games lahir dari tangannya. Hompimpa Games ialah bisnis yang menggeluti bidang permainan berbentuk kartu dan papan bagi segala usia. Di mana, kedua permainan tersebut berisikan cerita dan sejarah kebudayaan Indonesia. Misalnya, Acaraki, cerita legenda tentang anak yang hidup zaman Majapahit, Ra Tanca. Kaesang mentransformasi cerita legenda tersebut menjadi permainan yang unik dan menarik.

Bahkan Kaesang sudah mengembangkan usahanya hingga ke mancanegara, bersama dengan Manikmaya Games, salah satu bisnis permainan papan yang berlokasi di Bandung. Kaesang memasarkan produk-produknya dalam pameran Essen SPIEL 2017, pameran permainan papan terbesar di dunia. Kaesang juga menjual berbagai produknya di salah satu platform e-commerce. Harga yang dipatok pun cukup terjangkau, yakni dari harga Rp90.000 hingga Rp400.000.

Selanjutnya, Kaesang belum puas hanya dengan menerbitkan permainan untuk anak-anak. Ia juga merintis bisnis kaus karakter yang bernama Sang Javas. Kaus tersebut berisikan jalan cerita yang menggunakan karakter hewan kecebong.

Wirausaha kini diyakini sebagian orang sebagai jalan keluar dari masalah ekonomi dan kemiskinan, karena wirausaha menciptakan lapangan kerja. Anggapan tersebut yang diyakini Bill Drayton, pendiri sekaligus CEO Ashoka, asosiasi global para wirausahawan sosial yang bermarkas di Washington DC, Amerika Serikat.

Namun, jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 0,24% dari jumlah penduduk Indonesia. Dengan angka tersebut akan sulit untuk bisa membawa Indonesia menjadi perekonomian yang mandiri. Sedangkan menurut Kepala Perwakilan BI Serang Andang Setyobudi mengatakan, menurut sosiolog David McClelland suatu negara bisa makmur bila ada pengusaha sedikitnya 2% dari jumlah penduduk.

Lantas, bagaimana masyarakat menanggapi entreprenuer kekinian yang tidak kalah gengsi dari stigma kerja kantoran yang prestisius? Mari kita simak pendapat beberapa masyarakat di bawah ini

Tengku, Managing Director Tiga Organizer

Kalau menurut saya setiap pilihan punya konsekuensi masing-masing, begitu juga seorang entrepreneur. Saya sih tidak pernah merasa gengsi karena yang saya kerjakan sesuai passion. Menurut saya, bahkan seorang yang punya jiwa entrepreneur pasti punya ideologi yang mau dikembangkan sesuai tujuannya. Beda kalau mungkin yang bekerja kantoran. Rata-rata mereka hanya mengerjakan apa yang menjadi template perusahaan. Sehingga, ada batasan ide dan pemikiran yang tidak bisa mereka tunjukkan.

Itulah sebabnya, beberapa orang yang punya ideologi dan jiwa entrepreneur lebih memilih jalurnya sendiri dibanding bekerja di kantor. Jadi, gengsi itu hanya pemikiran awal saja. Kalau sudah nyebur ke dalam bisa hilang dengan sendirinya. Tidak hanya itu, entrepreneur juga kan bisa serap tenaga kerja.

Rusdi, Kontraktor

Kalau menurut saya sih sekarang bagus untuk jadi entrepreneur. Banyak dari mereka yang tidak ‘keliatan’ tapi ternyata omzetnya lumayan. Bahkan mereka bisa kuliah dan hidup dengan biaya sendiri.

Cuma stigmanya di masyarakat atau mayoritas melihatnya masih jelek padahal para wirausaha itu kan juga membuka lapangan pekerjaan. Hal ini mungkin karena yang namanya usaha, apalagi kalau online atau kasarnya belum punya toko. Kebanyakan orang melihatnya masih seperti pengangguran dan terlihat tidak menjanjikan usahanya.

Aris, Mahasiswa

Kalau dilihat sekarang-sekarang ini kan sudah banyak industri kreatif yang tengah berkembang dengan banyaknya entrepreneur atau startup yang sedang membangun organisasi atau usaha-usaha kecil. Menurut saya, mereka akan mendorong perekonomian juga dan mereka juga bisa menyerap banyak sumber daya manusia.

Jadi menurut saya, industri kreatif harus terus di dorong karena kalau dilihat sekarang-sekarang ini sudah banyak yang mulai membangun dan mengembangkan ide-ide kreatif dengan menjadikannya peluang usaha dan tidak menutup datang dari kalangan mananya. Dibandingkan dengan pekerja-pekerja kantoran atau apapun itu yang hanya bertujuan mengerja tittle.

Naufal, Mahasiswa

Menurut saya sekarang orang lebih tertarik ke entrepreneur sih soalnya kalau melihat dari segi kuota pekerjaan yang tersedia dengan yang melamar itu tidak sebanding. Jadi, orang lebih memilih wirausaha meskipun wirausaha tidak akan cepat terlihat hasilnya.

Tidak hanya itu, dengan berwirausaha kan kita bisa buka lapangan pekerjaan. Jadi menurut saya pribadi lebih worth it jadi wirausaha dibanding jadi pegawai kantor.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini