nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KATA MEREKA: Harga Telur Mahal, Kasihan Masyarakat Miskin

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 23 Desember 2017 17:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 23 320 1835075 kata-mereka-harga-telur-mahal-kasihan-masyarakat-miskin-L4XKy17rcr.jpg Kata Mereka. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pedagang telur di pasar yang tergabung dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) membenarkan bahwa harga telur telah naik. Hal ini terlihat dari pemasok harga telur yang memang sudah tinggi.

Hasilnya pun harga jual terhadap telur menjadi tinggi, di mana sekarang sudah menjadi Rp27.000 per kilogram (kg). Menurut informasi yang di dapat kenaikan harga terjadi karena stok terlur yang ada tidak banyak. Ini juga merupakan akibat dari ayam di peternakan yang terkena virus.

Menjelang hari raya Natal dan Tahun baru ini memang harga komoditas mulai berjalan naik. Sebelumnya juga Menteri Perdagangan (Mendag) mengaku ketidak takutannya dengan kenaikan harga telur yang terjadi beberapa waktu ini, menurutnya lonjakan harga yang ada tidak begitu drastis.

Kira-kira bagaimana pendapat masyarakat dengan kenaikan harga telur yang kerap terjadi setiap tahunnya? Berikut Kata Mereka:

1. Triesnanti, Karyawan Swasta

Kalau menjelang hari raya pasti ada saja kenaikan, apalagi bahan pokok. Kalau sekarang berita tentang telur, kita semua pasti tahu bahwa telur memiliki banyak protein dan gizi yang tinggi. Kalau sampai ikutan naik juga, apa tidak kasihan dengan masyarakat yang kurang mampu?

Belum tentu juga mereka bisa merasakan hangatnya liburan bersama keluarga, untuk makan saja kadang pun sudah susah. Selain itu juga UMR tidak mengalami kenaikan, balik lagi ke hal yang tadi, bagaimana dengan nasib masyarakat kurang mampu? Padahal telur kan makanan yang paling gampang dicari, lezat dan bergizi tinggi.

2. Nurimah Kurniasih, Mahasiswa

Kalo harga telur terus naik sayang banget sih. Soalnya telur tergolong makanan yang umum dan semua orang juga bisa membelinya. Selain itu juga kan telur memiliki protein yang tinggi juga, jadi sayang aja.

Untuk beberapa orang mungkin hanya telur yang bisa mereka beli untuk jadi santapan sehari-hari dan mungkin aja menjadi satu-satunya sumber protein yang bisa mereka dapatkan. Kalau harga telur jadi naik mereka juga yang kasihan.

Akan menjadi lebih sulit untuk membeli makanan yang lain, apalagi hamper setiap makanan juga pasti ada campuran dari telur itu sendiri. Selain itu, nutrisi mereka juga bisa jadi kurang tercukupi. Tentunya kita ingin negara kita berisi orang yang cerdas dan memiliki kemampuan daya tangkap tinggi.

Untuk ke pedagang sendiri karena dari pemasok saja harga sudah mahal pasti mereka juga merasakan kerugian, pasti para pembeli akan beralih yang biasanya bisa beli telur, akhirnya mereka akan mencari makanan yang lebih murah, akhirnya juga penjualan mereka yang turun.

3. Ida, Pegawai Swasta

Setiap tahun kan memang harga bahan pokok suka naik, apalagi menjelang liburan Natal dan Tahun Baru ini. Kalau sekarang beritanya tentang harga telur yang mendadak naik kasian juga untuk para pedagang makanan yang berskala kecil. Warung-warung kecil pasti juga merasa dirugikan karna dari harga pemasok saja sudah mahal.

Mereka bisa saja mengalami kerugian seperti telurnya menjadi busuk karena terlalu lama disimpan dan jarang ada pembeli, karena harganya saja di rumah saya sudah mencapi Rp27.000 per kilogram. Pastinya orang-orang juga akan beralih mencari lauk yang lebih murah. Kalau dipikir-pikir juga kan telur memiliki gizi yang tinggi, warga yang kurang mampu juga bisa mendapat protein dan gizi juga dari telur yang mudah didapatkan tersebut.

Menurut saya sih, pemerintah harus lebih memperhatikan lagi para peternak ayam dan telur, berikan panduan yang jelas soal bagaimana merawat ayam dengan baik, jangan sampai terkena virus, dan menyediakan vaksin-vaksin secara rutin untuk ayam-ayam tersebut agar kualitas juga tetap bagus.

4. Ade Anju, Pemilik Warteg

Menurut saya, warung tegal yang saya buka ini kan di dekat kampus, otomatis yang banyak membeli adalah mahasiswa. Biasanya juga mahasiswa mencari makanannya yang murah dan punya protein tinggi.

Tapi kalau harga telur naik, tidak mungkin harga jualnya sama seperti lauk lain contohnya ikan. Harga jual lauk telur di warung saya sendiri itu Rp3.000, harga ikan Rp5.000. Mana mungkin saya menjual telur seharga Rp4.000 yang hanya berbeda sedikit dengan harga ikan? Ini pastinya merugikan.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini