nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OJK Beri Kelonggaran Debitur Korban Erupsi Gunung Agung

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 26 Desember 2017 18:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 26 320 1836037 ojk-beri-kelonggaran-debitur-korban-erupsi-gunung-agung-85lMZMiRVF.jpg Erupsi Gunung Agung (Foto: Antara)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat akan mengeluarkan kebijakan relaksasi bidang keuangan dan perbankan di wilayah Bali terkait dampak letusan Gunung Agung.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, saat ini OJK sedang mengidentifikasi kebutuhan perumusan kebijakan terkait dampak erupsi Gunung Agung untuk penanganan debitur dan perbankan.

Hal ini dikatakan Wimboh usai meninjau ketika meninjau Bali pada 25-26 Desember 2017. Dalam kesempatan itu, Wimboh bertemu dengan dengan jajaran Pemda Propinsi Bali, Pemda Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Klungkung, pengusaha hotel dan pariwisata, kalangan perbankan serta debitur UMKM.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Garuda Indonesia Batalkan 18 Penerbangan

Wimboh menambahkan OJK sudah memiliki aturan menyikapi dampak atas kondisi daerah yang terkena bencana alam. Kondisi di Bali memiliki karakteristik khusus akibat Gunung Agung, baik yang langsung maupun tidak langsung.

“OJK mengantisipasi dampak lanjutan karena banyak debitur yang tidak bisa kembali berusaha termasuk adanya travel warning sehingga kedatangan wisatawan berkurang,” kata Wimboh, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa (26/12/2017).

Dalam kesempatan itu, banyak harapan disampaikan debitur untuk adanya keringanan atas pinjaman pokok dan bunga. Perbankan akan merespons bentuk restrukturisasi ini sesuai dengan kondisi masing-masing bank termasuk melihat kondisi sebenarnya dari masing-masing debitur.

Perbankan di Bali, seperti disampaikan Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Bank Mantap dan Perbarindo melaporkan bahwa selama 3 bulan kondisi NPL masih terjaga. Namun terhadap debitur yang terdampak langsung, beberapa bank telah melakukan restrukturisasi baik yang diatur dalam aturan internal bank dan atau aturan OJK.

“OJK antisipasi hal ini dengan kebijakan yang terukur menjaga ekonomi Bali agar kondusif terutama karena ketergantungan dari sektor pariwisata,” kata Wimboh.

Baca Juga: Erupsi Gunung Agung, Lalu Lintas Tol Bali Alami Penurunan hingga 25%

OJK juga mendukung pemerintah mengkampanyekan bahwa Bali aman untuk dikunjungi untuk wisata atau seminar atau pertemuan. Wimboh teringat ketika masih menjadi Direktur Eksekutif IMF yang mendorong Bali sebagai tuan rumah Pertemuan tahunan IMF-World Bank di bulan Oktober 2018.

“Saya mengimbau untuk tidak ragu memilih Bali sebagai tempat pertemuan, baik yang berskala nasional maupun internasional”kata dia.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Komisioner OJK menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar bersumber dari OJK, Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN.

“Semoga ini dapat meringankan warga Karangasem yang masih harus bersabar mengingat masih belum tahu kapan musibah ini akan berakhir,” tukas dia.

(ulf)

(rhs)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini