nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemda Malas Bayar Utang, Menko Darmin: Kalau Tidak Bayar, Lapor Sri Mulyani!

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 15:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 28 20 1836913 pemda-malas-bayar-utang-menko-darmin-kalau-tidak-bayar-lapor-sri-mulyani-JPm1ki4fLD.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) terkait koordinasi percepatan pinjaman daerah dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Darmin mengatakan, ada cerita terkait pinjaman daerah yang dirasakan saat menjabat sebagai Direktur Jenderal Lembaga Keuangan.

"Saya tadi bilang sama Bu Ani (Menteri Keuangan). Saya dulu lama kerjakan soal ini (pinjaman daerah). Dulu itu ada dana untuk BUMN namanya rekening dana investasi, kemudian untuk Pemda dan BUMD namanya rekening dana daerah. Uang banyak, tapi kalau daerah gak bayar-bayar, agak susah dulu," ujarnya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (27/12/2017).

Ceritanya, kata Darmin, sekarang sudah berubah semenjak hadirnya Sarana Multi Infrastruktur (SMI). SMI memberikan pinjaman bukan dari birokrasi langsung, tapi pinjaman dalam hal ini dibuat lebih banyak untuk daerah.

"Jadi dia (SMI) bisa lebih rajin, punya waktu untuk menagih Pemerintah Daerah (Pemda). Jika tidak bayar bisa melapor ke Menteri Keuangannya (Sri Mulyani)," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, sebenarnya ada tiga moment acara yang akan disaksikan hari ini. Pertama, penantangan MoU antara koordinasi percepatan pinjaman daerah antara Kemenko, Kemendagri dan Kemenkeu.

Kedua, pelaksana nota kesepahaman koordinasi pinjaman daerah antara deputi bidang koordinasi ekonomi makro dan keuangan Kemenkeu, Dirjen binakeuangan daerah, Kemendagri, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Dirjen Pengelolaan Keuangan dan risiko serta Dirut SMI.

Ketiga, MoU pinjaman daerah antara pT SMI dengna Kabupaten Hamahera Selatan dan Kabupaten Tabanan.

"Dalam perjanjian kerjasama ini diharapkan tidak lebih dari 40 hari proses pinjaman daerah bisa dilakukan SMI," ujarnya.

Kemudian, untuk penandatangan pinjaman daerah anatar Bupati Halamhera Selatan dan Tabanan dengan Direktur SMI. Di mana dalam penandatangan ini nanti Pemerintsah Kabupaten Halmahera Selatan akan memperoleh pinjaman Rp95 miliar untuk Pasar Tuasona dengan jangka waktu 5 tahun dan pembangunan tiga ruas jalan di Halmaher senilai Rp90,63 miliar.

"Sementara untuk Kabupaten Tabanan 201 m jangka waktu 8 tahun untuk RS Daerah kabupaten tabanan," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini