nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IHSG Diprediksi Terus Menguat hingga Akhir Tahun, Window Dressing Jadi Amunisi

Agregasi Kamis 28 Desember 2017 14:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 28 278 1836876 ihsg-diprediksi-terus-menguat-hingga-akhir-tahun-window-dressing-jadi-amunisi-GkMogcWJZf.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 56,15 poin atau 0,90% menjadi 6.277,16, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 9,28 poin (0,88%) menjadi 1.063,03. Penguatan ini, menurut para analis tidak lepas dari faktor window dressing yang masih berlangsung.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi mengatakan, IHSG ditutup menguat ke level tertinggi selanjutnya optimisme 'window dressing' di akhir tahun menjadi salah satu faktor yang penopang. ”Saham-saham sektor industri dasar, keuangan dan pertanian memimpin penguatan,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian produsen semen yang masuk dalam sektor industri dasar menguat setelah mencatatkan pelemahan sepanjang tahun ini. Sedangkan sektor pertanian disebabkan permintaan dan harga minyak kelapa sawit yang meningkat pada akhir tahun ini. Dirinya menambahkan bahwa investor asing yang kembali melakukan aksi beli turut mendorong pergerakan IHSG. Berdasarkan data BEI pada Rabu kemarin, investor asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" mencapai sebesar Rp386,04 miliar.

Sementara analis Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan bahwa menjelang penutupan akhir tahun 2017, IHSG masih terus melanjutkan penguatannya, prospek ekonomi Indonesia yang positif menjadi salah satu faktor yang memicu investor masih melakukan aksi beli. ”Stabilnya nilai tukar dan harga komoditas menambah harapan positif bagi pasar saham,” jelasnya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan sebanyak 235,435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,187 miliar lembar saham senilai Rp9,617 triliun. Sebanyak 222 saham naik, 128 saham menurun, dan 127 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei ditutup naik 18,52 poin (0,08%) ke 22.911,21, indeks Hang Seng menguat 19,65 poin (0,07%) ke 29.597,66, dan Straits Times menguat 13,51 poin (0,40%) ke posisi 3.391,67.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 11,33 poin atau 0,18% menjadi 6.232,35, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,04 poin menjadi 1.053,79. ”Pelaku pasar yang masih optimistis terhadap perekonomian nasional pascakenaikan peringkat oleh Ficth Rating, masih membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Dia mengatakan bahwa peningkatan peringkat Indonesia menjadi BBB (triple B) dari debelumnya BBB- (triple B minus) merupakan merupakan level tertinggi Indonesia yang pernah dicapai sejak tahun 1995.”Kenaikan peringkat Indonesia oleh Fitch Rating dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kinerja perekonomian dari berbagai aspek,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa dengan kenaikan peringkat itu, membuat investor semakin percaya kepada Indonesia sehingga dapat memajukan perekonomian lebih baik. Dari sisi moneter, Indonesia juga telah mampu menjaga nilai tukar dengan baik. ”Penguatan IHSG juga didorong oleh momen window dressing pada akhir tahun," katanya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini