nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saham Amazon hingga Facebook Dorong Wall Street Menguat

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 22:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 28 278 1837184 saham-amazon-hingga-facebook-dorong-wall-street-menguat-auMHoTqFP8.jpg Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTAWall street dibuka menguat pada perdagangan Kamis (28/12/2017). Menyambut libur tahun baru, bursa saham AS mendapat tenaga dari kenaikan saham teknologi.

Saham Apple menjadi penggerak terbesar bursa saham hai ini.  Selain Apple, saham Facebook, Amazon hingga Netflix juga ikut berkontribusi dalam penguatan wall street pada pembukaan perdagangan.

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,08 poin atau 0,21% menjadi 24.827,38. Sementara itu indeks  S&P 500 naik 3,04 poin atau 0,11% pada 2.685,66. Di sisi lain, Nasdaq Composite naik 13,40 poin atau 0,19% menjadi 6.952,74.

Tujuh dari 11 sektor S&P mengalami kenaikan dipimpin oleh penguatan saham teknologi .

Baca Juga:  Facebook dan Microsoft Bantu Wall Street Bertengger di Zona Hijau

Pada perdagangan kemarin, indeks S&P sektor teknologi naik 0,2% dan berhasil menghentikan penurunan dalam lima sesi beruntun. Sektor ini didukung oleh kenaikan saham Facebook naik 0,9% dan Microsoft naik 0,4%.

"Teknologi sangat meningkat," kata Wakil Presiden Senior Wedbush Securities Stephen Massocca di San Francisco.

Sementara itu, volume perdagangan tetap diredam dalam minggu yang dipersingkat liburan antara Natal dan Tahun Baru. Volume pada hari Selasa adalah yang sedikit di tahun ini.

 Baca Juga: Wall Street Tergelincir Gara-Gara iPhone X

Di sisi lain, harga minyak turun setelah mencapai level tertinggi dua setengah tahun di sesi sebelumnya, menekan indeks S&P sektor energi sebesar 0,3%.

Saham ConocoPhillips turun 1,1% dan Chevron turun 0,3%, yang jadi hambatan terbesar pada indeks.

Saham sektor perumahan naik tipis 0,1% setelah data menunjukkan kontrak untuk membeli rumah yang sebelumnya dimiliki beringsut lebih tinggi di bulan November. Hal ini menjadi sinyal terbaru pasar perumahan mungkin telah mendapatkan kembali beberapa momentum.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini