nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Gas Turun Pangkas Penerimaan Negara Bukan Pajak

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 28 Desember 2017 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 28 320 1836791 harga-gas-turun-pangkas-penerimaan-negara-bukan-pajak-v1K4vo3xgo.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah belum juga menurunkan harga gas industri. Dalam rapat koordinasi di Jakarta kemarin, belum ada kesepakatan di antara menteri terkait.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, harga gas industri bisa diturunkan dengan konsekuensi akan mengurangi potensi penerimaan dari sektor penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

”Jadi, masih perlu hitung-hitungan. Makanya kami minta supaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga bisa menghitung besarannya berapa,” ujar Darmin seusai rapat koordinasi membahas harga gas industri bersama Menteri Keuangan dan Wakil Menteri ESDM di Jakarta kemarin.

 Baca Juga: Beda dengan BBM, Ini Alasan Harga Jual Gas di Indonesia Tak Bisa Disamakan

Darmin belum bisa memastikan nominal penurunan harga gas industri tersebut. Namun, pihaknya menjanjikan harga gas industri bisa diturunkan sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo yang meminta harga gas industri kurang dari USD6 per MMBTU.

”Pada intinya, PNBP bisa dikurangi, tapi belum tentu dibebaskan. Tunggu nanti,” ungkapnya. Sementara Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, harga gas akan dikembalikan berdasarkan Perpres No 40/2016.

”Kami akan lihat kalau PNBP diturunkan, kemudian dibahas dulu harga di hulunya. Apakah ada celah untuk turun,” kata Arcandra. Arcandra menyebutkan, pembahasan mengenai harga gas akan dihitung lebih lanjut dengan melibatkan Kemenperin. ”Yang ngusulin Kemenperin. Supaya harga gas itu mengacu pada Perpres No 40/ 2016.

Nah salah satu opsi untuk ke sana adalah mengurangi PNBP. PNBP itu juga tidak besar, di bawah USD1 per MMBTU,” ungkapnya. Dia menambahkan, hitunghitungan pengurangan PNBP selanjutnya akan dilihat berapa potensi kekurangan penerimaan negara.

”Kalau pengurangannya sekian misalnya untuk PNBP, kami minta dengan mengajukan data-data yang bisa mendukung apakah harga gas industri yang ditetapkan akan atraktif atau tidak,” pungkasnya.

Baca Juga: Beda dengan BBM, Ini Alasan Harga Jual Gas di Indonesia Tak Bisa Disamakan

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memastikan, jika penurunan harga gas untuk industri dilakukan, akan memberikan multiplier effect (efek berganda) yang positif pada perekonomian nasional. Ini didorong karena pertumbuhan industri, penyerapan tenaga kerja, dan penghematan devisa.

Berdasarkan data Kemenperin, pemanfaatan gas bumi pada 2016 tercatat sebesar 58,4% untuk domestik dan 41,6% untuk ekspor. Pemanfaatan gas bumi domestik didominasi oleh sektor industri sebesar 21,68%, kelistrikan 15,71%, dan pupuk 9,95%.

Ichsan Amin

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini