Berkat Tol Becakayu, Waskita Beton Catat Kontrak Baru Rp9,89 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 29 Desember 2017 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 29 278 1837322 berkat-tol-becakayu-waskita-beton-catat-kontrak-baru-rp9-89-triliun-CdvBSRyiyv.jpg Foto: Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan di Tol Becakayu (antara)

JAKARTA - Emiten produsen beton precast dan ready mix, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), berhasil membukukan nilai kontrak baru hingga pekan ketiga Desember sebesar Rp9,89 triliun.

Sekretaris Perusahaan Waskita Beton Precast Ratna Ningrum menjelaskan salah satu proyek yang memberi kontribusi besar terhadap penerimaan WSBP berasal dari proyek turnkey atau proyek yang pembayarannya dilakukan setelah pembangunan selesai, yaitu Proyek Tol Becakayu seksi 1b dan 1c.

“Dari total tagihan proyek Becakayu sebesar Rp1,8 triliun, tercatat per 21 Desember 2017, perusahaan telah menerima pem bayaran sebesar Rp429 miliar atau sekitar 24% dari total tagihan,” kata Ratna dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kemarin.

 Baca Juga: Waskita Beton Targetkan Laba Bersih Rp620 Miliar

Menurutnya, pembayaran tersebut merupakan porsi ekuitas dari proyek Becakayu yang di bayarkan oleh PT Kresna Kusuma Dyandra Marga. Adapun sisanya merupakan porsi darisindikasi perbankan yang ma sih dalam proses penyelesaian administrasi.

“Dana ini diharapkan akan memperbaiki posisi kas dan setara kas Waskita Beton Precast,” urainya.

 Baca Juga: Waskita Beton Patok Harga IPO Rp400-Rp500

Menjelang akhir 2017, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) tersebut telah memperoleh pembayar an sejumlah proyek. Terhitung pada Desember 2017, peneri maan dari pelanggan ter catat Rp1,47 triliun. Adapun total penerimaan sampai akhir tahun 2017 senilai Rp4,63 triliun.

“Angka ini naik sebesar 372,77% dibandingkan peneri maan pada akhir 2016 sebesar Rp978,96 miliar,” sebut Ratna.

Sementara itu, analis PT OSO Securities Riska Afriani menyebutkan penguatan saham emiten BUMN konstruksi masih wajar karena merupakan rotasi sektoral. Terdapat sejumlah sentimen positif, misalnya pemerintah yang mengeluarkan pendanaan infrastruktur yang cukup besar. Heru Febrianto

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini