Image

TIPS KARIER : Gagal? Jangan Takut, Bisa Jadi Itu Awal Kesuksesan

Efira Tamara Thenu , Jurnalis · Sabtu 30 Desember 2017 22:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 29 320 1837472 tips-karier-gagal-jangan-takut-bisa-jadi-itu-awal-kesuksesan-jFFTrBqGC5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Bagi kebanyakan orang, kegagalan merupakan hal yang tak terelakan. Saya mulai berpikir bahwa kegagalan merupakan hal yang penting. Anda tidak akan belajar kecuali Anda gagal. Anda tidak mungkin melakukan sesuatu yang hebat jika Anda tidak mau gagal terlebih dahulu.

Seperti dilansir dari Forbes, ada kegagalan yang dapat membawa Anda menuju keberhasilan. Berikut beberapa kegagalan yang dapat membantu Anda sukses, yakni:

Kesalahan 1: Tergoda oleh Mantan Manajer

Pada tahun 1990, ketika saya bekerja untuk IBM, pekerjaan saya adalah memberikan informasi berbagai produk kepada pelanggan utama IBM. Saya mempresentasikannya di depan orang-orang. Saking seringnya, saya sampai menghafalnya dalam tidur. Setelah melakukan pekerjaan ini selama tujuh tahun, saya siap untuk tantangan baru di hidup saya.

Baca juga: TIPS KARIER: Baru Mulai Meniti Karier, Perhatikan Hal Ini!

Manajer saya yang juga meninggalkan pekerjaan sebelumnya untuk bekerja di IBM Global Service pada cabang konsultasi IBM tahu bahwa saya sudah bosan. Ia kemudian mengajak saya untuk bergabung dengan timnya. Pada akhirnya, setelah bergabung selama enam bulan, saya berhasil membuat batu loncatan dalam karier saya. Alasan di balik kegagalan ini adalah saya membiarkan diri saya tergoda. Saya seharusnya mengerjakan pekerjaan rumah saya dibanding hanya menerima deskripsi pekerjaannya.

Pekerjaan yang sesungguhnya menuntut saya untuk duduk dalam waktu yang lama demi mengembangkan proposal. Namun, saya sendiri sesungguhnya sangat buruk dalam membuat proposal. Saya juga tidak dapat memilih proyek yang saya inginkan. Saya ditempatkan pada sebuah tim hanya untuk mencari solusi penjualan untuk pinjaman jangka pendek. Semakin saya belajar tentang bisnis ini, membuat saya semakin ingin keluar. Meminjam uang kepada mereka yang miskin sebesar 20% membuat saya muak.

Baca juga: TIPS KARIER: Mau Mulai Karier Lebih Awal? Perluas Koneksi

 Akhirnya, saya memiliki tim yang berisikan orang-orang yang tidak bahagia. Saya merindukan tim lama saya. Sampai suatu hari, saya dipermalukan oleh manajer saya di depan publik karena kemampuan menulis saya yang buruk. Setelah itu saya memutuskan untuk keluar. Butuh waktu dua bulan untuk saya sampai bisa menemukan posisi di divisi marketing dari IBM, namun saya berhasil menemukannya. Kurang dari setahun kemudian, saya akhirnya memutuskan untuk keluar dari IBM dan bekerja pada startup semi konduktor.

Kesalahan 2: Bekerja pada Pekerjaan Impian

Pekerjaan impian saya adalah mengajar matematika pada sebuah sekolah tinggi di dalam kota. Mengembangkan kurikulum dan mengajar teknik dalam 20 tahun ke depan di 35 negara. Lalu saya berpikir, jika saya bisa mengajar teknik kepada mahasiswa di China, berarti saya bisa mengajarkan aljabar kepada anak sekolah.

 Baca juga: TIPS KARIER : Semester Akhir? Jangan Langsung Melamar Kerja, Cari Tahu Dulu Pekerjaan Anda

Namun, Anda perlu mengetahui lebih dalam apa pekerjaan Anda sebelum Anda mengambilnya. Jangan seperti saya. Tidak ada yang memberitahu saya bahwa rata-rata guru matematika di Texas meninggalkan profesi ini dalam waktu kurang dari 5 tahun. Atau administrator sekolah di sana lebih memilih untuk berurusan dengan lulusan baru yang patuh.. Ketika saya menjalani proses sertifikasi, tubuh saya bereaksi seakan-akan mengatakan saya tidak akan siap. Seharusnya saya percaya dengan reaksi tubuh saya. Ternyata saya tidak siap dengan trauma yang akan ditinggalkan ketika bekerja dengan sejumlah anak-anak yang memiliki masalah tidak bisa saya selesaikan.

Sesungguhnya saya mahir dalam mengajar. Andai saja hal itu cukup, mungkin saya sudah berada di sana. Namun, segala hal itu berhasil menghancurkan baik mental maupun fisik saya. Apa yang membuat segalanya semakin buruk adalah karena mentor yang membimbing saya pada semester awal.  Seharusnya saya keluar pada akhir semester.

 Kesalahan 3 : Berpikir bahwa Semuanya Akan Berjalan dengan Baik

Kesalahan dari cara berpikir seperti ini adalah Anda tidak akan optimal dalam melakukan pekerjaan Anda. Saya ingin mengajar karena saya berpikir dapat melakukan hal yang berarti dan ketika saya meninggalkan pekerjaan itu, saya masih menginginkan hal itu. Jadi saya mencari pekerjaan yang tidak mencari keuntungan.

Saya mengejar pekerjaan impian saya pada organisasi yang memiliki misi yang sama dengan nilai yang saya miliki. Namun saya tidak berhasil. Lalu saya memperluas pencarian saya untuk menemukannya. Setelah itu saya langsung direkrut oleh komunitas Yahudi untuk membentuk program yang bertujuan untuk berbagi. Ini adalah organisasi yang bagus, saya memilihnya karena ini adalah organisasi yang tidak mencari keuntungan, bukan karena saya memang bersemangat ketika melakukannya.

Saya bertahan kurang dari setahun, tapi akhirnya memutuskan bahwa ini bukan untuk saya. Kemudian saya berkata pada diri saya sendiri bahwa pekerjaan ini bukan untuk saya.

Kegagalan Itu Pintu Keberhasilan

Sebenarnya saya bahagia karena saya mengambil ketiga pekerjaan itu. Saya belajar banyak mengenai konsultasi, publik dan hal yang tidak menargetkan keuntungan. Yang paling penting, saya belajar tiga hal tentang diri saya yakni, tim adalah hal yang penting, saya tidak punya energi yang tidak terbatas untuk melewati kesulitan dan misi adalah hal yang paling penting untuk saya.

Tidak hanya itu, saya juga menemukan 3 peraturan yang akan membantu siapa saja dalam berkarier.

1. Memiliki Rencana Cadangan: buatlah timeline yang jelas dan metrik untuk mengetahui apakah Anda akan sukses. Cari jalan pintas untuk menggapainya. Jika Anda tidak dapat menemukannya, itu merupakan waktu bagi Anda untuk berpikir ulang dan membuat rencana kedua pada saat memulainya.

2. Belajar dari Kesalahan: Cara untuk mengubah kegagalan dari karier Anda menjadi sebuah kesuksesan adalah dengan belajar dari kesalahan yang terjadi. Ambil hal berharga yang dapat Anda pelajari. Pada kegagalan pertama, saya belajar bahwa tim merupakan hal yang penting bagi saya. Tidak hanya itu, saya juga menyadari pekerjaan apa yang saya tidak sukai dan Anda perlu membenahinya sebelum mengambil pekerjaan baru.

Sedangkan dari kegagalan pada saat mengajar, saya belajar bahwa saya harus memperbaiki diri saya sendiri sebelum saya dapat memperbaiki dunia. Saya juga belajar bahwa saya tidak memiliki stamina dalam hal emosi saya untuk bekerja bersama dengan remaja. Tidak hanya itu, dari pekerjaan non profit, saya belajar bahwa sebelum saya mengambil sebuah pekerjaan saya harus mengetahui dulu bagaimana peraturannya.

 3. Mengerti bahwa Kegagalan adalah Pilihan: Di dunia teknologi, ada seruan "gagal dengan cepat, sering gagal." Seruan ini membuat mental orang-orang yang tumbuh pada tahun 1960an dan 1970an kesulitan karena mereka diajarkanuntuk menghindari risiko. Dulu, pada tahun 1960an, orang beranggapan ada yang salah dengan diri Anda jika Anda seorang pengangguran dan tidak menemukan pekerjaan secepatnya. Namun, kini dunia sudah berubah. Saat ini, sebagian besar adalah seorang pengangguran dan itu bukan hal yang buruk dalam histori Anda.

Tidak hanya itu, awal tahun 2000an, untuk memulai bisnis membutuhkan modal yang sangat besar. Hal ini membuat orang membutuhkan pinjaman yang signifikan untuk dapat membangun bisnisnya. Jika Anda gagal, maka risiko terhadap finansial Anda akan sangat besar. Hal ini yang membuat sebagian besar orang memilih untuk menjadi seorang karyawan.

 Namun, jika Anda memiliki laptop dan koneksi internet, kini Anda bisa memulai bisnis Anda tanpa harus mengeluarkan uang muka yang besar. Saya sudah membutikannya. Dalam lima tahun terakhir, dengan modal yang sedikit dan keringat yang banyak, saya berhasil menerbitkan dua buku tanpa sebuah penerbit dan berhasil menjual 200 kopi. Saya juga mampu membuat website dan blog yang memiliki pembaca mencapai 10.000 orang dalam sebulan dan membuat salah satu brand yang sudah dikelan yaitu Career Pivot.

Sekarang ini, jika Anda gagal, itu bukanlah malapetaka, tetapi Anda harus menyudahi kegagalan itu secepat mungkin. Dengan kegagalan saya di tiga pekerjaan, saya berhasil memperbaikinya dalam waktu enam bulan. Jika waktu itu saya mencoba bertahan lebih lama, maka waktu yang saya butuhkan untuk sembuh juga akan lebih lama dan sakit. Jadi, jangan pernah bertahan dengan suatu kesalahan karena itu hanya akan membawa luka yang lebih dalam dan pemulihan yang lebih lama. (ljs)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini