RAHASIA SUKSES: Leonard Blavatnik, Pemilik Kekayaan USD20,5 Miliar yang Terus Berekspansi

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Minggu 31 Desember 2017 18:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 31 320 1838171 rahasia-sukses-leonard-blavatnik-pemilik-kekayaan-usd20-5-miliar-yang-terus-berekspansi-SWefirSLcX.jpg Ilustrasi: (Foto: Forbes)

JAKARTA - Meskipun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Inggris, Leonard Blavatnik adalah penduduk asli Ukraina. Pria berusia 60 tahun ini memperoleh gelar sarjana di Moscow State University, Columbia, dan Harvard Business School sebelum mendirikan Access Industries pada tahun 1986 dan berinvestasi di perusahaan aluminium dan kimia.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia mulai berinvestasi di bidang teknologi, dengan taruhannya di Spotify and Beats. Blavatnik juga memiliki Warner Music, yang ia beli di tahun 2011 seharga USD3,3 miliar.

Leonard Blavatnik atau biasa dikenal sebagai Len Blavatnik memiliki posisi utama sebagai ketua dari industri akses dan memiliki kekayaan sebesar USD20,5 miliar menurut Forbes.

Blavatnik lahir di Ukraina dan dibesarkan di Moskow. Setelah itu, Blavatnik berimigrasi ke Amerika pada tahun 1978 untuk sekolah. Dia menghasilkan banyak uang untuk menjual sahamnya di perusahaan minyak Rusia TNK-BP seharga USD7 miliar pada tahun 2013. Pemilik Warner Music ini menyumbangkan USD25 juta untuk Carnegie Hall pada tahun 2016. Industri aksesnya memegang saham di Lyondell Basell, Rocket Internet dan label fashion Tory Burch.

Pada tahun 1978, Blavatnik lulus dengan gelar Bachelor dari Moscow State University of Railway Engineering dan kemudian dia berimigrasi ke Amerika Serikat bersama keluarganya. Pada tahun 1981 dia meraih gelar Master di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Columbia dan kemudian bekerja di I.T. departemen di Macy’s dan di Arthur Andresen. Tahun 1986 dia mendirikan Access Industries perusahaan investasi swasta yang saat ini memiliki saham di bidang minya, kimia, alumunium, plastic, film, media, telekomunikasi, real estat, fahion, dan industry biotek.

Selama serangkaian akuisisi real estat yang sukses di New York City pada awal tahun 2000an, satu-satunya percobaan pembelian yang tampaknya telah gagal terjadi adalah ketika Blavatnik ditolak oleh dewan co-op di Manhattan. Dia kemudian mengatakan kepada temannya bahwa kesalahannya adalah wawancara yang diiringi pengawal bersenjata.

Pada 6 November 2017, Blavatnik mempertimbangkan untuk membeli saham senilai USD3 miliar di Teva Pharmaceutical Industries. Hal ini dilaporkan setelah harga saham perusahaan mencapai level terendah 17 tahun selama minggu pertama November 2017. Perusahaan memiliki kapitalisasi pasar sebesar USD12,3 miliar.

Menjabat sebagai presiden yayasan provident, pada tahun 2015, yayasan tersebut menyumbangkan lebih dari USD200.000. Memberikan penyebab utama yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, lingkungan, seni, budaya dan layanan sosial dan manusia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini