Inflasi Desember 2017, Simak 18 Prediksi Menteri hingga Analis

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 07:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 01 20 1838539 inflasi-desember-2017-simak-18-prediksi-menteri-hingga-analis-ybf916Q6Ez.jpg Inflasi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka data perekonomian sepanjang Desember 2017, salah satunya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK).

Sebelumnya, BPS mencatat pada bulan November terjadi inflasi sebesar 0,20%. Adapun inflasi pada tahun kalender adalah sebesar 2,87% (year to date/ytd), sementara inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 3,30%.

Sementara itu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) menargetkan inflasi tahun ini sebesar 4,5% plus minus 1%.

Baca Juga: Pantauan BI: Inflasi Minggu Keempat Desember 0,61%

Berikut adalah prediksi angka inflasi pada Desember 2017 yang dirangkum oleh Okezone.com:

1. Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, masa akhir tahun biasanya ada tekanan kepada inflasi dari sisi permintaan yang sifatnya musiman. Meski demikian, dia mengatakan timnya sudah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga dapat mengamankan gejolak harga.

Jadi sudah diantisipasi untuk Desember memang inflasi pick up tapi tentu kita tidak berharap bahwa inflasi itu berasal dari faktor yang sifatnya cost plus seperti komoditas," ujarnya dalam acara Economic Challenges 2018, di Hotel Raffles Jakarta, Senin (4/12/2017).

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi inflasi Desember akan berada di level 0,4%. Angka ini dinilai dia masih cukup moderat. Dengan demikian, Darmin memperkirakan inflasi tahun 2017 akan berada di level 3,4%. Angka ini jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2017.

Menurutnya meski di akhir tahun 2017 inflasi dipicu harga pangan yakni di antaranya telur ayam, daging ayam, dan beras yang mengalami kenaikan. Tetapi ia menilai kenaikan harga tipis.

"Soal pangan itu, kan naiknya enggak banyak. Inflasi kita di akhir tahun ini diperkirakan enggak terlalu tinggi," ujar Darmin di Gedung BEI.

3. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo

Bank Indonesia (BI) mencatat angka inflasi pada minggu keempat bulan Desember 2017 yakni 0,61%. Angka tersebut mengalami kenaikan dari Minggu sebelumnya yang hanya sebesar 0,42%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan meskipun ada tekanan pada Minggu terakhir bulan Desember, namun secara tahunan (year on year/yoy) inflasi tetap terkendali. Dirinya memprediksi angka inflasi tahunan berada di kisaran 3,5%.

"Inflasi itu kita survei minggu keempat agak naik, inflasinya 0, 61% tapi 0,61 persen jika dilihat yoy nya tetap 3,5% dan 3,5% itu sesuai dengan perkiraan kita perkirakan akhir tahun yoy 3% sampai dengan 3,5%" ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

3. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara

Inflasi di akhir Desember diprediksi sebesar 0,55%-0,65% (mom), sementara untuk inflasi di tahun 2017 atau full year diperkirakan sebesar 3,42% (yoy) lebih tinggi dari inflasi 2016 yakni 3,02%.

Faktor yang mempengaruhi tingginya inflasi bulan Desember disebabkan oleh faktor musiman yakni naiknya permintaan libur panjang natal tahun baru. Selain itu cuaca hujan membuat pasokan beberapa kebutuhan pokok seperti beras, telur ayam dan cabai terganggu. Akibatnya inflasi pangan atau volatile food lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Kenaikan inflasi juga disumbang oleh biaya transportasi yang naik karena tingginya permintaan saat libur natal baik transportasi darat maupun udara. Dari sisi inflasi harga yang diatur pemerintah atau administered price terdapat tekanan akibat naiknya bbm non subsidi serta kelangkaan LPG 3 kg dibeberapa daerah.

4. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual

Inflasi Desember diperkiran sebesar 0,55% (mom) sementara inflasi secara tahunan diperkirakan sebesar

3,4% (yoy).

Penggerak inflasi terutama disebabkan faktor musiman. Meningkatnya permintaan agregat terutama pangan mendorong kenaikan inflasi. Selain itu, kenaikan harga pangan seperti beras, daging, ayam dan telur juga mendorong dorong kenaikan inflasi.

5. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J. Rachbini

Proyeksi inflasi bulan Desember dan secara keseluruhan tahun 2017 ini terkendali karena Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mengendalikan inflasi dengan serius. Sehingga inflasi Desember (month on month) dan sepanjang tahun 2017 (year on year) ini tidak akan panas.

6. Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Aldian Taloputra

Kita estimasi di 0,54% (mom), sedangkan secara tahunan angka inflasi diprediksi berada di 3,43% (yoy).

Faktor pendorongnya adalah harga makanan yang cenderung tinggi di akhir tahun yang bertepatan dengan masa tanam dan biaya transportasi bertepatan dengan libur akhir tahun.

7. Ekonom Bank Permata Josua Pardede

Inflasi Desember 2017 diperkirakan sekitar 0,43% (mom) atau 3,32% (yoy) dari 3,30% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Pendorong inflasi Desember antara lain dari inflasi volatile food dikarenakan kenaikan harga beberapa komoditas pangan seperti daging ayam, telur ayam, cabe merah dan cabe merah keriting seiring permintaan jelang Natal dan Tahun Baru.

Meskipun demikian, harga beras cenderung stabil sepanjang bulan Desember lalu. Selain inflasi volatile food, inflasi Desember juga diperkirakan didorong oleh inflasi administered price yang dipengaruhi oleh kenaikan tarif transportasi udara seiring dengan liburan akhir tahun.

Sementara inflasi inti pada Desember 2017 cenderung stabil di kisaran 3,05% (yoy). Secara keseluruhan, inflasi sepanjang tahun 2017 cenderung terkendali bahkan lebih rendah dari batas bawah target sasaran inflasi Bank Indonesia. Kedepannya, inflasi 2018 diperkirakan sekitar 3,5% plus minus 1% meskipun ada kecenderungan lebih meningkat seiring dengan tren kenaikan harga minyak dunia.

8. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawaday

Inflasi Desember biasanya agak naik. Tahun ini likely di range 0,5% - 0,65% (mom) dan 3,3% - 3,5% secara tahunan (yoy). Untuk tahun 2018, inflasi likely di 3,5%-4 %.

Harga minyak dan komoditas mulai naik jadi akan mendorong inflasi. Teori ekonomi namanya cost push inflation. Biaya produksi dan transport naik maka harga produk juga akan naik.

Baca Juga: Survei BI: Minggu Ke-2 Desember Inflasi Capai 0,42%

9. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati

Inflasi Desember diperkirakan berada di rentang 0,5%-0,6% (mom). Sedangkan inflasi tahunan berada di rentang 3,4%-3,5%.

Inflasi Desember mungkin ada kenaikan, terutama disumbang dari kenaikan transportasi. Pasalnya, momentum Natal, dan Tahun Baru 2018 juga bertepatan dengan libur panjang, sehingga terjadi kenaikan yang tinggi dari sisi transportasi.

Di samping itu, kenaikan harga bahan pokok seperti beras, dan telur ayam pada akhir tahun turut menyumbang kenaikan dari kelompok makanan jadi.

10. Ekonom Universitas Indonesia Aviliani

Inflasi Desember setidaknya sama seperti November karena tidak ada gejolak apa-apa di Desember. Sementara itu inflasi November berada sebesar 0,20%

Harga-harga terjaga dengan baik, jadi inflasi sampai akhir tahun diprediksi sebesar 3,5%. Harga pangan relatif terjaga gejolaknya, sehingga inflasi masih terkendali.

Sementara dari sisi tranportasi, harga minyak dunia naik, namun harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri tidak dinaikkan, jadi cenderung tidak terjadi gejolak di sektor transportasi. Selisih kenaikan harga minyak, kan dtanggung Pertamina, jadi relatif terjaga.

11. Asian Development Bank (ADB)

Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi inflasi Indonesia sepanjang 2017 menjadi 4% setelah sebelumnya menargetkan 4,3% pada April 2017. Inflasi terjaga stabil dikarenakan harga pangan dan nilai tukar Rupiah yang stabil.

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein mengatakan, meskipun pemerintah mengurangi subsidi energi di APBN-P 2017 dan mengakibatkan kenaikan harga listrik, namun pengeluaran rumah tangga masih tetap kuat.

"Karena keyakinan konsumen terhadap kestabilan Rupiah maka inflasi lebih terkendali sebesar 4% pada 2017 dan 3,7% pada 2018. Tren menurun ini terutama berkat upaya baru dari pemerintah untuk menjaga harga pangan melalui pengelolaan logistik dan pusat distribusi pangan di daerah-daerah secara lebih baik," ungkapnya di Kantor ADB.

12. Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee

Inflasi Desember 2017 diprediksi akan berada di angka 0,4% (mom). Akhir tahun akan ada dorongan dari kenaikan harga, sehingga akan mendorong inflasi Desember.

13. Analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji

Tingkat inflasi tahunan diproyeksikan naik menjadi 3,4% (yoy). Sedangkan, tingkat inflasi bulanan diproyeksikan naik menjadi 0,48% (mom).

Kebutuhan pokok masyarakat pasti akan meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru. Pastinya hal ini akan mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, dan lain sebagainya.

14. Analis Fixed Income MNC Sekuritas I Made Adi Saputra

Inflasi Desember diperkirakan akan berada di posisi 0,45% (mom), sedangkan inflasi tahunan sebesar 3,08% (yoy).

Faktor pendorong kenaikan laju inflasi di Desember didukung oleh meningkatnya beberapa harga kebutuhan pokok serta adanya kenaikan permintaan terhadap sektor transportasi baik darat maupun udara seiring dengan masa liburan sekolah sekaligus liburan di akhir tahun.

Adapun inflasi sepanjang tahun 2017 diperkirakan sebesar 3,08% (yoy). Laju inflasi yang terkendali tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah menjaga pasokan kebutuhan masyarakat.

15. Akhmad Akbar Ekonom Center of Reform on Economic (CORE)

Inflasi Desember diperkirakan di kisaran 0,60%-0,65% (mom). Sementara inflasi tahunan sebesar 3,40% (yoy)

Faktor yang paling menentukan salah satunya adalah harga tiket transportasi non-subsidi yang memng meningkat jelang musim liburan akhir tahun. Selain itu harga beberapa bahan pangan juga menentukan.

Baca Juga: Inflasi Inti AS Melambat pada November, Salah Satunya Akibat Tarif Pesawat Turun

16. Pengamat Ekonomi Universitas Brawijaya Munawar Ismail

Inflasi Desember diperkirakan akan beradi di posisi 0,6 (mom). Pasalnya, ada dua agenda penting yang mempengaruhi kenaikan inflasi. Pertama, penghabisan anggaran akhir tahun. Kedua, dampak libur akhir tahun, yaitu Natal dan Tahun Baru yang membuat konsumsi masyarakat meningkat.

Sementara inflasi sepanjang tahun 2017 diperkirakan berada di rentang 3% hingga 3,5% karena tidak ada peristiwa penting yang mempengaruhi inflasi.

17. Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Reny Eka Putri

Inflasi Desember diperkirakan di rentang 0,5% - 0,7% (mom). Sementara inflasi tahunan akan berada di kisaran 3,3% - 3,5% (yoy). Inflasi tahun ini terkendali karena harga komoditas yang relatif rendah dan tidak ada kenaikan administered prices. Core inflation juga relatif rendah.

18. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Arie Kuncoro

Inflasi Desember berada di posisi 0,10% - 0,20% (mom), sehingga inflasi tahunan di kisaran 3,5% - 4% (yoy).

Inflasi tidak menjadi isu sekarang dikarenakan pemerintah melakukan kebijakan-kebijakan untuk membuat harga itu tidak bergejolak, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan naik, bedanya antara harga di Shell sama harga di Pertamina itu sekitar Rp500-an itu menunjukkan bahwa tidak ada kenaikan BBM yang berarti.

Kedua kebutuhan bahan pokok sudah coba dikendalikan mulai dari beras, gula, bahkan dilakukan tingkat di pengecer modern, sehingga tidak banyak gejolak.

(ulf)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini