Image

Dolar AS Masih Terpukul Kenaikan Suku Bunga The Fed

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018, 08:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 02 278 1838673 dolar-as-masih-terpukul-kenaikan-suku-bunga-the-fed-EIeTRY8fBF.jpg Ilustrasi Dolar AS. (Foto: Reuters)

SYDNEY - Dolar Amerika Serikat (AS) tetap berada di titik terendah tiga bulanan terhadap sekeranjang mata uang lainnya. Dolar AS mencetak kerugiannya 9,8% di 2017, dan menjadi kinerjanya terburuk sejak 2003.

Melemahnya dolar AS menjadi keuntungan bagi euro, dengan mata uang tunggal menikmati tahun terkuatnya melawan dolar AS dalam 14 tahun terakhir. Hari ini, Selasa (2/1/2018), euro menguat ke USD1,2013 dan berada di atas level tertinggi tiga bulanan di USD1,2028.

Euro tengah mengamati puncak September di USD1,2092, sebuah terobosan yang akan membawa euro ke posisi akhir 2014. Euro telah menembus resistance besar pada yen untuk mencapai level tertinggi yang tidak terlihat sejak akhir 2015 di 135.51, padahal dolar AS berjuang pada 112,74 yen.

Hambatan utama dolar AS adalah pertemuan puncak Federal Reserve pada Desember, ketika mereka memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunganya. Dua pembuat kebijakan memilih menentang langkah tersebut di tengah keraguan inflasi akan mempercepat seperti yang diharapkan.

Selain itu, investor percaya ada 68% kemungkinan suku bunga kembali naik pada Maret, dan dua kenaikan lainnya pada 2018. Oleh karena itu, akan ada pemeriksaan yang cermat untuk menilai seberapa besar kepercayaan The Fed terhadap kenaikan tren inflasi. Akibatnya, dolar AS pun dianggap telah underloved dan oversold dan tidak akan banyak mengambil keuntungan dari profit taking dari shorts.

Selip dalam dolar, dikombinasikan dengan kekuatan permintaan China, yang telah menguntungkan komoditas dengan harga dalam mata uang yuan China. Di sisi lain, minyak mentah Brent berjangka berakhir tahun ini dengan kenaikan 17%, sementara minyak mentah A.S. naik 12% karena permintaan yang kuat dan penurunan persediaan global.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini