Share

Inflasi 2017 Capai 3,61%, Begini Reaksi Sri Mulyani hingga Agus Marto

Efira Tamara Thenu , Okezone · Kamis 04 Januari 2018 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 04 20 1839991 inflasi-2017-capai-3-61-begini-reaksi-sri-mulyani-hingga-agus-marto-NvoeWbLTfi.jpg (Foto: Lidya/Okezone)

JAKARTA – Inflasi sepanjang 2017 tercatat tetap terjaga sebesar 3,61%. Angka ini lebih rendah dibanding target yang dipasang pemerintah yaitu sebesar 4,3% dalam APBN-P 2017. Tidak hanya itu, angka ini juga lebih rendah dibanding target Bank Indonesia (BI) 4% plus minus 1%.

Inflasi tahun ini dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sudah sangat baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selama 3 tahun terakhir diketahui realisasi inflasi Indonesia selalu sesuai target.

Berikut adalah komentar-komentar mengenai capaian angka inflasi Indonesia tahun 2017 seperti dirangkum Okezone.

1. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, inflasi secara tahunan ini sudah sangat baik dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Selama 3 tahun terakhir capaian angka inflasi Indonesia selalu sesuai target yaitu pada 2015 tercatat angka inflasi sebesar 3,3%. Sedangkan tahun 2016 angka inflasi tercatat sebesar 3,02% dan tahun 2017 ini sebesar 3,61%.

Agus juga mengatakan kalau dilihat dari inflasi Desember 2017 sebesar 0,71% terjadi karena naiknya harga pangan. Namun, ia mengatakan kenaikan ini lebih rendah dibandingkan dengan Desember tahun-tahun sebelumnya. Agus menyampaikan bahwa di Desember memang ada tekanan.

Agus mengakui, inflasi di Desember ini memang tinggi dan melebihi survei inflasi BI di minggu ketiga yang berada di kisaran 0,6%. Karena itu, maka inflasi mencapai 3,61% (yoy). Namun, ia mengungkapkan, secara umum, volatile food month-to-month selama tiga tahun terakhir terjaga lebih rendah dan inflasi within taget.

Tidak hanya itu, menurut Agus target inflasi 2018 akan ada 3,5% plus minus 1%. Pada 2018 ini ada dua hal yang harus diwaspadai, yakni harga minyak dunia yang semakin tinggi dan harga bahan pokok.

Menurutnya, harga minyak dunia yang semakin tinggi memang mempengaruhi inflasi di 2018, tetapi tidak secara signifikan. Hal ini karena taget harga minyak dunia akan mencapai USD52 per barel. Selain itu, pemerintah juga belum terlihat akan melakukan perubahan subsidi BBM sehingga inflasi masih akan tetap terjaga sesuai target di kisaran 3,5% plus minus 1%.

2. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tekanan penetapan harga pemerintah memang sangat besar untuk 2018 ini sehingga di tahun ini tidak akan dilakukan. Dia juga mengatakan, pemerintah juga belum berencana untuk mengubah harga BBM.

Sementara itu, Darmin mengatakan bahwa harga pangan bukanlah sesuatu yang bisa diatur oleh Pemerintah. Hal ini karena harga pangan terjadi saat stock tidak atau saat akan ada momen tertentu.

Selain kebijakan perdagangan pangan, Menko Darmin juga mengatakan akan melakukan restrukturisasi di perkebunan tebu. Dia mengatakan, jika hal tidak dilakukan maka tidak akan selesai.

"Kalau itu enggak dilakukan enggak akan beres. Kalau jagung mungkin akan lebih sederhana, mengubah kebijakan perdagangannya, itu sudah cukup banyak pengaruhnya," kata Darmin.

3. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani mengatakan, rendahnya inflasi pada 2017 dikarenakan pemerintah berhasil menjaga inflasi dari sektor harga bergejolak atau volatile food.

"Hari ini BPS mengumumkan inflasi, ini di bawah 4% jauh dibanding yang sebelumnya diprediksi Bank Indonesia (BI)," kata Sri Mulyani.

4. Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono

Doni mengatakan, pada 2017, inflasi Jakarta sebesar 3,72% (year on year/yoy), sejalan dengan sasaran inflasi nasional. Terkendalinya inflasi juga, kata Doni, tercermin dari inflasi 2017 yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya yakni 4,87% (yoy).

5. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi pada tahun kalender sebesar 3,61% dengan inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) 3,61%. Namun, capain ini masih di bawah dari target inflasi tahunan pemerintah sepanjang 2017.

Dia juga mengatakan, adanya kenaikan di Desember ini juga menjadi salah satu penyebabnya. Dari pantauan BPS di 82 kota di Desember 2017 terjadi inflasi 0,71%. Angka ini mengisyaratkan inflasi tahun kalender dan yoy 2017 sebesar 3,61%. Ia mengatakan angka ini bagus karena berada jauh dari target inflasi RAPBN-P 2017 4,3%.

Tidak hanya itu, dia mengatakan dari 82 IHK, semuanya tercatat mengalami inflasi tanpa terkecuali. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan pokok di semua daerah. Bahwa inflasi tertinggi berada di Jayapura sebesar 2,28% dan inflasi terendah berada di Sorong sebesar 0,18%.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini