Image

Wall Street Makin Kokoh, Dow Jones Cetak Rekor Baru

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 06:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 05 278 1840363 wall-street-makin-kokoh-dow-jones-cetak-rekor-baru-7mg6panBkB.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

NEW YORK Wall Street ditutup makin kokoh. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil  menyentuh level 25.000 pada penutupan bursa saham Amerika Serikat Kamis (4/1/2018). Rekor terbaru Dow Jones didorong membaiknya data ekonomi global sehingga memperpanjang raly pasar saham.

Indeks blue-chip beranggota 30 saham itu berhasil menembus lima tanda 1.000 poin pada 2017. Butuh waktu kurang dari setahun bagi Dow Jones untuk menambahkan angka 5.000 poin.

Baca Juga: Data Tenaga Kerja Positif, Wall Street Dibuka Menguat

Melansir Reuters, Jumat (5/1/2018), Wall Street telah memulai tahun 2018 dengan catatan yang kuat. Indeks S&P ditutup di atas 2.700 untuk pertama kalinya pada hari Rabu dan Nasdaq berada di atas 7.000 sehari sebelumnya.

Data dari sektor manufaktur dan jasa yang kuat mendorong ekonomi dari negara terbesar di dunia ini mendorong industri pasar modal melus melompat. Sementara itu, perusahaan-perusahaan swasta juga terus menambah tenaga kerja yang memberikan kepercayaan kepada para investor.

Baca Juga: Wall Street Menguat, S&P Cetak Level Tertinggi

"Selama pertumbuhan ekonomi dan pendapatan bergerak lebih tinggi, masih ada fondasi yang solid, investor memperkirakan kondisi akan tetap solid setidaknya dalam beberapa bulan pertama," kata Kepala Strategi Pasar Prudential Financial di Newark New Jersey, Quincy Krosby.

Dow Jones Industrial Average naik 152,45 poin atau 0,61% menjadi 25.075,13. Sementara itu indeks ​​S&P 500 naik 10,93 poin atau 0,40% menjadi 2.723,99 dan Nasdaq Composite menambahkan 12,38 poin atau 0,18% menjadi 7.077,92.

Baca Juga: Laju Ekonomi Positif, Wall Street Dibuka Menguat

Sekitar 7 miliar saham berpindah tangan di bursa saham AS, di atas rata-rata harian 6,3 miliar euro selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini