Jelang IPO, Status Saudi Aramco Berubah Jadi Perusahaan Saham Gabungan

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 05 Januari 2018 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 05 278 1840704 jelang-ipo-status-saudi-aramco-berubah-jadi-perusahaan-saham-gabungan-pcfWuB380c.jpg Ilustrasi: Reuters

DUBAI - Arab Saudi telah mengubah status perusahaan minyak nasional Aramco menjadi perusahaan saham gabungan pada 1 Januari 2018, buletin resmi kerajaan tersebut mengatakan pada hari ini sebagai langkah besar menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/1/2018), buletin tersebut menyebutkan bahwa Aramco memiliki modal disetor penuh sebesar 60 miliar riyal (USD16 miliar) terbagi menjadi 200 miliar saham biasa. Dewan perusahaan akan memiliki 11 anggota dan kuasa untuk mencantumkan perusahaan di pasar domestik dan internasional.

Penjualan Aramco melalui IPO sekitar 5% yang diperkirakan akan berlanjut pada 2018, merupakan inti Visi 2030, sebuah rencana reformasi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Saudi terhadap minyak. Rencana tersebut diperjuangkan oleh Pangeran Saudi Mohammad bin Salman.

 Baca juga: Jumlah Cadangan Minyak Tak Jelas, Apa Bisa IPO Saudi Aramco Sukses?

Pejabat Saudi mengatakan, pertukaran domestik dan internasional seperti New York, London, Tokyo dan Hong Kong sebagian perusahaan minyak negara.

Buletin resmi tersebut mengatakan bahwa pemerintah akan mengusulkan 6 anggota dewan Aramco, namun pemegang saham dengan hak lebih dari 0,1% berhak mengajukan seorang anggota majelis umum.

Pemerintah akan tetap menjadi pemegang saham utama Aramco dan mempertahankan keputusan akhir mengenai tingkat produksi nasional. IPO bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah dan pejabat Saudi berharap bisa mengumpulkan dana sebanyak USD100 miliar.

Buletin resmi tersebut mengatakan bahwa IPO Armaco akan mematuhi peraturan bursa saham Saudi dan juga peraturan pasar internasional di mana sahamnya akan dicatatkan.

 Baca juga: Wah! Trump Ingin Saudi Aramco Melantai di Bursa AS

Investor sudah lama memperdebatkan apakah Aramco dapat dinilai mendekati USD2 triliun, angka yang diumumkan oleh putra mahkota, yang ingin mengumpulkan uang tunai melalui IPO untuk membiayai investasi yang bertujuan untuk membantu menyingkirkan Arab Saudi dari ketergantungannya pada ekspor minyak mentah.

Sebagai pemimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Arab Saudi juga memimpin anggota dan produsen minyak lainnya seperti Rusia untuk membatasi pasokan minyak di bawah pakta minyak global untuk menguras persediaan global dan meningkatkan harga minyak.

November lalu, produsen minyak yang tergabung dalam OPEC dan non-OPEC sepakat untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak sampai akhir 2018 saat mereka mencoba menyelesaikan pembersihan minyak mentah global. Sementara memberi sinyal kemungkinan keluar lebih awal dari kesepakatan jika pasar terlalu panas.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini