Image

KATA MEREKA: Kereta Bandara Soetta, si Penerobos Kemacetan

Anisa Anindita, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 08:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 05 320 1840680 kata-mereka-kereta-bandara-soetta-si-penerobos-kemacetan-wBY1jDGJ6v.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Januari 2018, Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah resmi beroperasi pada 26 Desember 2017. Di mana, dengan pengoperasian kereta tersebut dapat menghubungkan beberapa wilayah, dari Stasiun BNI City hingga menuju Stasiun Bandara Soekarno Hatta.

Dalam peresmian Kereta Bandara Soekarno Hatta tersebut, Presiden Jokowi menggunakan setelan casual. Turut mendampingi oleh para Menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR, dan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM Wiranto.

Selain itu, turut hadir pula Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulkifri, Gubernur Banten, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.

Menurut Presiden Joko Widodo, KA Bandara Soekarno Hatta merupakan salah satu moda transportasi yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan di jalan. Pasalnya, masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju ke Bandara. Apalagi nantinya saat sejumlah proyek infrastruktur yang akan rampung adalah Light Rail Transportation (LRT), dan Mass Rapid Transit (MRT).

Lalu, bagaimana pendapat dari masyarakat mengenai telah beroperasinya Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)?

1. Izzatu Mira’tin Nisa (21) Mahasiswi

Kalau mengenai kemudahan bagi transportasi masyarakat sih kalau saya bilang iya. Namun, masih kurang efektif karena rel keretanya pun harus bergantian dengan kereta yang lain. Jadi, masih ada masalah soal efisiensi waktu. Mungkin sangat membantu karena kereta tidak kena macet, sedangkan kendalanya karena ada pergantian jalur.

Sementara itu, kalau mengenai harga tiketnya yang Rp70.000 itu menurut saya masih kurang efektif karena tidak ada bedanya dibanding naik taksi atau mobil online, seperti Go-Car, dan Grab Car, ya harganya tidak beda jauh. Kembali lagi, mungkin kereta bandara lebih efisiensi dalam hal waktu, dan tidak kena macet itu saja.

Baru diresmikan, tetapi harganya saja sudah Rp70.000, harusnya bisa lebih ditekan lagi sehingga semua masyarakat dapat menikmati karena sebenarnya kan dengan adanya pembangunan infrastruktur, dan perbaikan transportasi untuk menyejahterakan rakyat. Artinya, semua rakyat bisa menggunakannya.

2. Elvaretta Gasiona (21) Mahasiswi

Menurut saya mengenai keefisiensinya bagi masyarakat ya cukup mempermudah. Akan tetapi, semoga ke depannya ada kemajuan-kemajuan yang pemerintah terapkan, bukan hanya dari efektivitas waktu, melainkan juga dari segi harga. Agar semua masyarakat Indonesia dapat menikmati Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta.

3. Mindy Egia Ayunina (22) Mahasiswi

Kalau dari segi tiket menurut saya mahal, bahkan sebelum diresmikan harganya masih Rp30.000, kini setelah diresmikan menjadi harga normal, yakni Rp70.000. Saya pribadi merasa mahal, pasalnya saya pernah menggunakan transportasi Bus Damri dan cuman mengeluarkan biaya Rp50.000.

Namun, kalau masalah nyaman, menurut saya memang sangat nyaman. Di mana, desain keretanya juga lebih modern dibanding KRL ataupun kereta api jarak jauh (Jawa). Lalu kalau mengenai efektivitas transportasi masyarakat, menurut saya itu masih kurang.

Saya pribadi masih merasa ribet karena harus naik Go-Jek dahulu baru naik KRL Commuterline, turun di Stasiun Sudirman Baru, steelah itu naik Kereta Api Bandara Soetta.

4. Muhammad Rhezha Praditiya (22) Mahassiwa

Kalau dari segi efektivitas bagi transportasi masyarakat memang jadi dipermudah. Pasalnya kan jadi mudah untuk ke bandara saja. Semoga ke depannya bisa mengurangi kemacetan di Jakarta. Lalu kalau mengenai tarif, terlalu mahal ya kalau Rp70.000. Semoga ke depannya juga harganya bisa sedikit dikurangi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini