nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RAHASIA SUKSES: Ou Zhongrong, Orang Terkaya Kedua China Penguasa Properti

Lusia Widhi Pratiwi, Jurnalis · Sabtu 06 Januari 2018 18:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 06 320 1841116 rahasia-sukses-ou-zhongrong-orang-terkaya-kedua-china-penguasa-properti-yGhxY6AEYH.jpg Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Berbisnis properti memang sangat menguntungkan, terutama di negara yang padat penduduk. Namun, guna mengembangkan properti dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, mengingat banyak yang harus dikembangkangkan.

Oleh karena itu, banyak pengembang daratan tertarik ke Hong Kong untuk meningkatkan modal dengan go public. Zhenro Properties Group, yang dikendalikan oleh Ou Zhongrong dari provinsi Fujian, telah mengajukan permohonan ke bursa saham untuk penawaran umum perdana di dewan utama.

Pemegang saham pengendali Zhenro, Ou Zhongrong, yang lahir di Putian, provinsi Fujian, menempati peringkat kedua sebagai orang terkaya di Fujian tahun ini. Dia juga saudara dari Ou Zhonghong, ketua Ronshine China Holdings (3301).

Baca Juga: RAHASIA SUKSES: Leonard Blavatnik, Pemilik Kekayaan USD20,5 Miliar yang Terus Berekspansi

Zhenro yang berbasis di Shanghai membangun properti hunian dan juga mengembangkan, mengoperasikan dan mengelola properti komersial dan campuran. Mereka hadir di empat wilayah bisnis inti di China, termasuk Wilayah Ekonomi Delta Sungai Yangtze, Wilayah Ekonomi China Midwest, Kawasan Ekonomi Bohai dan Zona Ekonomi Selat Barat Barat.

Perusahaan ini memiliki portofolio properti dari 68 proyek di 15 kota termasuk Shanghai, Nanjing, Tianjin, dan Xian.

Dengan membeli situs dan bermitra dengan pengembang China lainnya seperti Country Garden Holdings Company (2007), pengembang telah meningkatkan land bank menjadi 5,74 juta meter persegi pada akhir Juni tahun ini.

Baca Juga: RAHASIA SUKSES: Evan Williams, Inovator Pendiri Twitter yang Kantongi USD1,72 Miliar

Zhongrong pun memilih kota-kota tingkat pertama atau kedua untuk dibangun, karena daerah-daerah ini memiliki potensi besar. Dia pun menargetkan pembeli kelas menengah ke atas yang bertujuan untuk meningkatkan versi rumah mereka.

Menurutnya, pelanggan tersebut memiliki pendapatan disposable yang relatif tinggi dan daya beli yang kuat. Mereka menempatkan prioritas yang lebih tinggi pada kualitas, daripada harga.

Menurut Laporan, harga jual rata-rata per meter persegi dua proyek residensial Zhenro di Nanjing adalah 20,4% dan 15,8% lebih tinggi dari properti residensial sejenis lainnya di tahun yang sama. Selain properti residensial, dia juga membangun properti komersial dan mixed use untuk memberikan arus kas yang stabil.

Berkat tangan dinginnya, pendapatan mereka pun melonjak dari 3,04 miliar yuan (3,58 miliar dolar Hong Kong) pada 2014 menjadi 14,6 miliar di 2016, yang merupakan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 119,2%. Pada periode yang sama, laba bersih melonjak pada CAGR sebesar 370%, terutama karena kenaikan harga properti di China.

Namun, kebijakan ekspansi yang agresif membawa peningkatan biaya pendanaan dan risiko terkait dengan leverage yang tinggi.

Masalah tidak berhenti sampai di situ, Zhongrong pun memilki utang yang luar biasa besar sekira 30 miliar yuan dalam tiga tahun mulai 2014 sampai 2016. Pada paruh pertama tahun ini, jumlah pinjaman yang beredar meningkat menjadi 36,41 miliar yuan.

Baca Juga: RAHASIA SUKSES: Dari Broker Kecil, Michael Poutre Jadi Miliarder Berkat Bitcoin

Dan total kewajiban lancar meningkat pada CAGR sebesar 42%, dari 25,22 miliar yuan pada tahun 2014 menjadi 50,51 miliar yuan pada tahun 2016. Sementara itu, dari Januari hingga Juni tahun ini, pinjaman mencapai 59,40 miliar yuan.

Jika IPO berhasil, dia berencana untuk menggunakan sebagian dari hasil bersih untuk melunasi pinjaman. Sisanya akan digunakan untuk menutupi biaya konstruksi proyek properti atau fase proyek yang ada.

Analis mengatakan 99,5% pendapatan Zhenro berasal dari penjualan properti sejak 2014 sampai saat ini, yang mencerminkan ketergantungan perusahaan terhadap harga rumah dan permintaan perumahan.

Pembatasan yang ditempatkan pada pasar real estat China akan berdampak buruk pada operasi Zhenro sekarang dan di masa depan, menambahkan alasan mengapa go public harus dilakukan sekarang.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini