nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Perusahaan Ngantre Go Public di Awal Tahun Politik, Global Kedaton Salah Satunya

Agregasi Senin 08 Januari 2018 11:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 08 278 1841571 5-perusahaan-ngantre-go-public-di-awal-tahun-politik-global-kedaton-salah-satunya-z8TLPWQikn.jpg Ilustrasi

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim bila minat perusahaan go public di pasar modal tahun ini cukup tinggi. Direktur BEI, Samsul Hidayat mengatakan, di awal tahun ini sejumlah calon emiten baru mulai mengantre untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Setidaknya di minggu pertama tahun 2018, sudah ada empat hingga lima perusahaan di pipeline BEI.

”Sudah ada empat atau lima, paling dekat nanti LCK Global Kedaton yang akan IPO (initial public offering)," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai gambaran, LCK Global Kedaton berencana melepas sekitar 20% saham kepada publik dengan harga pelaksanaan Rp208 per saham. Selain itu, ada beberapa emiten yang akan menggelar IPO dari sektor pertambangan dan perbankan. Salah satunya PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS). Menurut Samsul, perusahaan tersebut akan melepas sekitar 30% hingga 40% saham kepada publik.

Kelima emiten yang dimaksud Samsul kebanyakan mencatatkan diri menggunakan buku September, sehingga kemungkinan besar, kelimanya bakal melantai pada kuartal pertama tahun 2018. Menurut Samsul, dari kelima emiten tersebut, belum ada anak usaha BUMN yang mengajukan diri untuk melantai di bursa. Sebelumnya, kementerian BUMN menyebut akan ada sekitar sembilan anak usaha BUMN yang akan melantai di bursa pada 2018.

Sementara analis pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada membenarkan, minat perusahaan untuk meraih pendanaan melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 2018 masih tinggi. ”Pada tahun 2018, diharapkan kondisi pasar akan lebih dinamis dan banyak optimisme sehingga akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk mencari pendanaan secara eksternal, salah satunya melalui IPO,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, bahwa mulai masuknya tahun politik juga diharapkan akan membuat pasar keuangan di dalam negeri semakin semarak. Apalagi diiringi dengan mulai membaiknya perekonomian nasional yang dibarengi dengan percepatan realisasi berbagai kebijakan seperti infrastruktur. Kondisi itu diharapkan juga menarik minat calon-calon emiten untuk mengembangkan bisnisnya yang tentunya membutuhkan dana untuk ekspansi, sehingga pendanaan dari pasar modal menjadi salah satu pertimbangan untuk melarealisasikan ekspansi perusahaan.

Perusahaan-perusahaan di dalam negeri yang minat masuk pasar modal untuk meraih pendanaan, kata Reza diantara sektor yang berkaitan dengan infrastruktur, dan konsumer. Selain itu, perusahaan sektor pertambangan juga diperkirakan masuk pasar modal seiring dengan potensi harga komoditas yang melanjutkan kenaikannya pada tahun 2018.

Sebagai informasi, BEI dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 menyampaikan, BEI menargetkan sebanyak 35 emiten mencatatkan saham baru (IPO) serta sebanyak 60 perusahaan tercatat melakukan pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus). Maka guna memenuhi penambahan jumlah perusahaan tercatat, BEI akan melakukan pelaksanaan program kerja meliputi kegiatan sosialiasi dan edukasi bagi calon-calon perusahaan tercatat, penguatan underwriter dan profesi penunjang.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini